Ketika UMKM Perempuan memanfaatkan teknologi digital

memanfaatkan teknologi digital

Ketika UMKM Perempuan memanfaatkan teknologi digital apakah yang terjadi? – Hampir setahun merasakan pandemi, harus adaptasi dengan kebiasaan baru. Sekarang lebih milih mengandalkan belanja online ketimbang beli langsung di tempat. Minimalisir kontak langsung dengan lingkungan luar dan orang lain.

Kebiasaan baru ini juga harus dialami sebagian besar pebisnis UMKM yang sebelumnya mengandalkan dari penjualan offline di toko. Sekarang mereka harus mengandalkan penjualan lewat online.

Sebagian besar UMKM sudah melek teknologi sedangkan sebagian lagi masih belum. Sebetulnya apa saja kendala UMKM sehingga susah untuk go digital?

Alasan UMKM belum berkembang di era digital

Sebelum saya bahas lebih jauh, apa sebetulnya alasan UMKM yang masih belum memanfaatkan teknologi digital. Saya mau lebih dulu ulas tentang fakta UMKM Indonesia.

umkm perempuan
Ada yang mengalami kondisi seperti ini?


Data Kementrian Koperasi dan UKM tahun 2017 menyebutkan, sebagian besar UMKM Indonesia dijalankan oleh perempuan. Jumlahnya 60% dari pelaku UMKM, lebih dari separuhnya lho!

Sayangnya setengah dari 60% belum melek bisnis teknologi digital.

Sebetulnya para perempuan yang belum melek bisnis digital ini bukan berarti mereka tinggal di pulau terpencil dan ngga terpapar internet sama sekali. Sebagian dari mereka sebetulnya sudah merasakan manfaatnya internet, buktinya sudah punya akun WhatsApp, bisa video call sama keluarga jauhnya, bisa belanja online, bahkan beberapa diantaranya sudah punya akun media sosial seperti Facebook.

Tapi sayangnya kemudahan teknologi internet yang ada di smartphone mereka belum dibarengi niat mengembangkan usaha di dunia maya. Bisa jadi karena malas belajar hal baru dan susah jaringan internet mungkin.

Dora Songco, Product Marketing Manager for Brand & Reputation Google Indonesia bilang kendala perempuan masih banyak yang diajak susah berkembang di bisnis digital diantaranya :

~ Kekurangan keterampilan praktis, seperti keterampilan marketing dan relasi bisnis.
~ Akses sumber modal terbatas
~ Merasa takut waktunya akan banyak tersita untuk menjalankan bisnis, sehingga waktu untuk keluarga berkurang.
~ Belum percaya diri dengan kemampuan diri sendiri untuk bisa mendalami digital marketing.
~ Sudah merasa cukup nyaman dengan kondisi sekarang
~ Belum bisa memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha semaksimal mungkin.

Transformasi digital pelaku UMKM

Untuk beradaptasi di era digital, sebetulnya pelaku UMKM sebagian besar sudah mengubah strategi bisnisnya dengan berjualan online.

Agar memaksimalkan pemasaran online pelaku UMKM, Google Indonesia melalui Woman Will aktif melalukan pelatihan digital melalui Woman Will Class.

Pelatihan Woman Will ini gratis. Materinya ngga main-main lho. Mulai dari cara mengasah keterampilan di digital marketing, bagaimana mengasah kreatifitas sehingga mampu memvisualisasikan produk agar terlihat menarik meskipun calon konsumen tidak melihatnya langsung, bila sudah pernah mendapatkan pelatihan dari Woman Will, otomatis terkoneksi dan bisa mendapatkan informasi tentang berbagai tema pelatihan Woman Will.

Sekarang kembali ke pilihan masing-masing pelaku UMKM, mau ngga diajak berkembang bareng?

Kolaborasi Danone Indonesia dan Woman Will

Ingin memberdayakan lebih banyak pelaku UMKM, Danone Indonesia kolaborasi bareng Google Indonesia membuat Warung Anak Sehat (WAS) dan Aqua Home Service (AHS).

Warung Anak Sehat (WAS)

Menyediakan jajanan sehat ke pelajar SD.

Bertujuan untuk membentuk kebiasaan para pelajar sekolah dasar agar konsumsi makanan dan minuman sehat bernutrisi.

Bekerjasama dengan Danone Ecosystem Fund dan yayasan lumbung pangan Indonesia, WAS sudah ada sejak tahun 2011, telah menyasar 446 sekolah, dengan total 350 Ibu Warung Anak Sehat (IWAS) di Ambon, Jogjakarta dan Bogor.

Program WAS meliputi:
Pelatihan peningkatan kompetensi ibu-ibu kantin tentang pengetahuan kesehatan dan gizi serta keterampilan menyajikan jajanan bergizi di kantin.
Bantuan dan pendampingan IWAS terus menerus.

Semoga kedepannya WAS menyebar di seluruh Indonesia, supaya saya ngga perlu kuatir anak jajan di sekolah soalnya apa yang disajikan itu higienis dan terjamin gizinya.

Aqua Home Service (AHS)

Aqua Home Service, Kesempatan peluang usaha untuk ibu rumah tangga nih!

Merupakan mitra Aqua yang memfasilitasi penjualan Aqua galon yang dikirimkan ke rumah konsumen.

AHS membuka peluang ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan cara jadi agen AHS.

Manfaat menjadi agen AHS ngga cuma bisa dapet duit tambahan aja, tapi bisa :

~ Berkontribusi aktif untuk komunitas di sekitar lingkungannya
~ Kredibilitasnya lebih terjamin, sebab jadi partner bisnis resmi Danone Indonesia
~ Menginisiasi komunitas di lingkungan sekitar untuk bisa menjadi reseller

Danone Indonesia juga melakukan upaya pertumbuhan AHS melalui

~ Para agen bisa mengikuti AHS Akademi
~ Meningkatkan kompetensi AHS tentang pentingnya hidrasi sehat sebagai duta kebaikan
~ Memastikan kondisi kesehatan dan keselamatan AHS.

Menurut saya, jadi agen AHS ini usaha yang relatif aman selama pandemi, karena orang pasti butuh minum tiap hari. Dan sekarang orang ngga suka ribet angkat galon ke toko cuma buat tuker galon baru. Mending sms terus dianter ke rumah.

Bagi yang ingin menjadi agen AHS, info lengkapnya silahkan kunjungi https://www.sehataqua.co.id/aqua-home-service/

Sampai sekarang, sudah 700 mitra mikro bisnis Indonesia yang terdaftar dalam WAS dan AHS yang sudah mengikuti pelatihan dari Women Will Class demi percepatan digitalisasi UMKM.

Gimana kalian tertarik jadi mitra mikro bisnis Danone Indonesia juga?

18 Replies to “Ketika UMKM Perempuan memanfaatkan teknologi digital”

  1. Salut pada program yang diadakan untuk mendukung pergerakan usaha mikro gini. Berawal dari yang kecil, diharapkan semua lapisan masyarakat bisa makin berdaya dan mengembangkan usahanya masing-masing.

  2. wah menarik sekali ini mbak
    mau aku rekomendasikan buat adikku, dia lagi pgn nyoba berbisnis
    kayaknya jadi agen AHS ini usaha yang relatif aman dan menajanjikan selama pandemi

    1. Pasti menjanjikan soalnya orang pasti butuh minum tiap hari.
      Apalagi kalo daerah adiknya mba belum ada fasilitas seperti AHS. Pasti makin laris.

  3. Salut banget siih…sekarang sudah banyak orang yang melek teknologi, terutama wanita.
    Sehingga memungkinkan memasarkan produknya atau jasanya melalui media sosial.

  4. Menarik ini, menjadi mitra mikro bisnis Danone Indonesia! Benar jika jadi agen AHS ini usaha yang relatif aman selama pandemi, karena orang pasti butuh minum tiap hari.
    Dan kayak aku…males banget ke toko cuma buat tuker galon baru. Cari praktisnya aja…yang ditunggu galon datang sambil rebahan di rumah aja

    1. Sebetulnya perempuan ngangkatin galon berat juga resiko apalagi pernah melahirkan SC seperti saya.
      Yang praktis aja, kalo ada layanan seperti AHS dimanfaatkan biar cowo aja yang angkatin galon.

  5. sekarang memang sudah jamannya digital marketing ya, mbak. makanya penting banget bagi perempuan menguasainya

  6. Inovasi yang sangat berpihak pada perempuan. Pemberdayaan perrempuan Indonesia. Saya pun merasakan alasan-alasan perempuan ragu unttuk berbisnis di atas. Banyak alasan yang akhirnya bikin pupus harapan untuk berbisnis. Setuju nih dengan gerakan Danone.

Tinggalkan Balasan