Pengalaman pesan ojek online (Gojek) ke Bandara Juanda

pesan ojek online di bandara

 

Beberapa waktu lalu, teman-teman di WhatsApp grup pada rame ngobrolin tentang ojek online di Indonesia lantaran kesulitan pesan ojek online tujuan ke bandara Juanda maupun sebaliknya dari bandara Juanda. Tak lama kemudian saya mendapatkan undangan ke Bali, yang mana mengharuskan saya berangkat dan pulang dari bandara sendiri sebab kebetulan tak ada yang mengantarkan maupun menjemput. Berbekal dari kelancaran pengalaman adik saya yang selalu pesan ojek online ke bandara Juanda. Tanpa pikir panjang, saya pun pesan ojek online pagi hari jam 05.20 wib ke bandara Juanda. Syukurlah perjalanan lancar melalui jalan tol dan tak ada kendala berarti sampai di bandara.

Bisakah pesan ojek online (Gojek) lewat aplikasi taksi online ke bandara Juanda ?

Jawabannya, “Bisa banget !”. Sudah saya buktikan sendiri saat pesan ojek online dari rumah ke bandara Juanda serta saat di Bali yaitu pesan ojek online dari hotel ke bandara Ngurah Rai. Semuanya lancar dan tak ada kendala.

Sekarang pertanyaannya, “Bisakah pesan ojek online (Gojek) dari bandara Juanda ?

Bila merujuk pada pengertian dari angkutan sewa khusus dan wilayah operasinya, maka transportasi online (angkutan sewa khusus) boleh beroperasi dari dan ke bandar udara Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 118 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus (Permenhub 118/2018).

Namun karena bandara Juanda dibawah masih dalam wilayah TNI AL, oleh sebab itu PT Angkasa Pura I juga harus tunduk pada aturan dari TNI AL. Dikutip dari beritatrans.com bahwa bandara Juanda merupakan Inclave Sipil, yang artinya bandara yang melayani penerbangan sipil dan komersial namun berada di lingkungan TNI AL.

Larangan taksi online beroperasi menaikkan penumpang di Bandara Juanda merupakan otoritas TNI AL yang ada di Bandara Juanda yaitu Lanudal Juanda. Angkasa Pura hanya mendukung kebijakan dari TNI AL.

Sekarang udah jelas kan, kenapa tak bisa pesan ojek online maupun taksi online dari Bandara Juanda meskipun ada banyak masyarakat yang mengeluhkan kebijakan ini. Saya juga menemukan laporan tertulis di lapor.go.id dari Bapak Rido Adimas perihal tidak diperbolehkannya ojek online serta taksi online mengambil penumpang di bandara. Berikut jawaban dari PT Angkasa Pura I.

 

pesan taksi online di bandara
Tanggapan keluhan atas kesulitan penumpang memilih transporasi efisien dari bandara

Tips pesan ojek online (Gojek) dari aplikasi taksi online di Bandara Juanda

 

pesan ojek online di bandara

 

Seperti yang sudah disampaikan oleh PT Angkasa Pura I, ada beberapa alternatif moda transportasi yang telah tersedia di Bandara Juanda. Temans bisa memanfaatkan salah satunya. Bila dilihat dari segi ekonomis, pilihan saya jatuh pada Bus Damri. Namun sayangnya jam operasional Bus Damri kurang fleksibel, hanya sampai jam 10 malam saja.

Pesan ojek online dan taksi online dari luar wilayah Bandara Juanda

Supaya memberi keamanan bagi dua pihak yaitu driver ojek online atau taksi online maupun sebagai penumpang, sebaiknya tak melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh PT Angkasa Pura I dan TNI AL di wilayah Bandara Juanda.

Bila temans ingin efisien bisa memanfaatkan Bus Damri agar bisa keluar dari wilayah Bandara Juanda lalu turun di lokasi yang diinginkan kemudian pesan ojek online lewat aplikasi taksi online. Pengalaman saya kemarin, tertolong dengan adanya teman yang memberi tumpangan sampai lokasi yang telah saya tentukan untuk memesan aplikasi taksi online.

Saya turun di minimarket, depan hotel Permata di jalan Raya By pass Juanda. Jarak dari Bandara Juanda ke hotel Permata sekitar 4 km. Baru setelahnya memesan aplikasi taksi online. Menurut saya, meskipun harus naik Bus Damri terlebih dulu, biaya total yang dikeluarkan tetap lebih efisien bila dibandingkan naik moda transportasi lain, selain itu juga aman dan nyaman sebab tarif Gojek sudah ditentukan di awal pemesanan.  

 

pesan ojek online di bandara
Yey.. berhasil naik GoCar ke rumah

Pengalaman naik GoCar bersama anak-anak

Selain bepergian sendiri, GoCar dan GoJek sudah menjadi sahabat saya dan anak-anak saat bepergian kemana pun. Orang tua saya pun selalu pakai Gojek bila tak ada yang mengantar. Seringnya saat suami tak bisa mengantar, saya mengandalkan GoCar untuk mengantarkan anak-anak ke dokter.

Pernah suatu ketika, saya dan anak-anak baru selesai kontrol dokter sekitar jam 7 malam. Syukurlah cepat dapat driver dan kami semua aman sampai rumah. Tak lupa, saya selalu kabari ke suami selama perjalanan, supaya tak merasa kuatir.

Denger-denger sekarang GoJek sudah meningkatkan kualitas keamanan bagi penumpangnya dengan fitur terbaru inovasi karya anak bangsa. Berikut beberapa fitur barunya :


Perjalanan aman dengan fitur bagikan perjalanan

Dengan fitur bagikan perjalanan, saya bisa membagikan perjalanan. Caranya tinggal share melalui WhatsApp suami yang berisi titik pick up dan drop off, detail informasi pengendara mulai nama, nomor, jenis kendaraan dan nomor pemesanan.

Selain itu bisa dengan cara live location, sehingga suami bisa memantau langsung lokasi ketika saya naik Gojek. Selain melalui WhatsApp, bisa juga dibagikan lewat aplikasi tukar pesan lainnya termasuk SMS.

 

aplikasi taksi online
Fitur terbaru GoJek


Tombol darurat siap melayani 24 jam

Demi mengantisipasi kondisi yang tak diinginkan, Gojek juga menyediakan fitur untuk keadaan maupun situasi darurat yang langsung terhubung ke Unit Darurat Gojek dan siap melayani 24 jam selama 7 hari. Fitur ini juga sudah berlaku di GoCar.

 

Penghargaan driver jempolan

Alhamdulillah selama naik Gojek, tak pernah sekali pun bertemu dengan driver yang menyebalkan. Mereka semua ramah, sopan, hati-hati saat mengemudikan kendaraan. Ternyata di balik itu semua ada proses seleksi yang ketat dari Gojek hingga menghasilkan driver layak kerja.

Sebagai pelopor ojek online di Indonesia, Gojek juga terus berbenah dengan rutin mengadakan pelatihan bagi para driver. Saat ini Gojek telah bekerja sama dengan Rifat Drive Labs, yang diinisiasi oleh Rifat Sungkar sebagai Duta Keselamatan Berkendara. Program ini masih terus berjalan dan diikuti oleh 10 ribu mitra driver tiap bulannya. Lewat program ini, driver diajari tentang pengetahuan tanggung jawab, kesabaran dan empati, defensive riding, keselamatan berkendara, pre trip inspection, dan sesi praktik.

Selain itu, ada edukasi pada mitra driver lewat #TrikNgetrip, sebuah program edukasi untuk menyampaikan pesan dengan cara menyenangkan untuk mitra driver agar dapat memberi pelayanan terbaik dan tips berkendara serta perjalanan.

Tak hanya pelatihan dan edukasi saja, Gojek juga mengadakan workshop untuk meningkatkan keterampilan mitra driver lewat Bengkel Belajar Mitra. Program ini rutin diadakan di berbagai kota dengan menggandeng para profesional di bidangnya masing-masing untuk memberi pembekalan pada driver Gojek guna meningkatkan layanan dan mengasah pengetahuan di bidang lainnya.

Gojek juga memberi apresiasi pada mitra driver yang telah memberikan pelayanan super dan ada kontribusi lebih di masyarakat. Tujuan Gojek memberi penghargaan ini yaitu untuk memotivasi para mitra driver agar selalu meningkatkan kualitas pelayanan mereka. Penghargaan ini berupa pin yang bisa kita lihat di jaket driver Gojek, bernama Driver Jempolan.

Semoga sedikit tips di atas bisa membantu temans yang akan pesan ojek online dari Bandara Juanda. Jangan lupa update aplikasi Gojek versi terbaru dan lihat layanan ojek online Gojek agar fitur bagikan perjalanan dan tombol darurat bisa dimanfaatkan untuk kenyamanan bersama.

 

11 Replies to “Pengalaman pesan ojek online (Gojek) ke Bandara Juanda”

  1. hihihihi tetep yaaaa, dari taun kapan emang gak boleh manggil ojek online di Juanda :p

    1. Iya semoga lekas kerjasama deh mereka biar gampil naik Gojek dari bandara. hehe

  2. memang harus patuh dengan peraturan yg punya wilayah ya
    tapi mau nggak mau kita harus rodok soro dikit
    untung fasilitas transportasinya banyak pilihan
    kapan ya bisa jalan2 sama kamu lagi hehehe

    1. Terima kasih banyak atas tumpangannya mbayu. Semoga ada rejeki jalan bareng lagi. Aamiin

  3. setahu saya memang ga semua transportasi bisa ambil penumpang dibandara, contohnya kendaraan online, seperti yg udah dijelaskan mas, kalau Juanda dibawah peraturan Lanud Juanda.

    1. Betul, memang harus ada aturan yang harus dipenuhi ojek online bila ingin memasuki wilayah bandara di bawah peraturn Lanud. Terima kasih sudah mampir

  4. memang dibandara gak semau bisa angkut dari sana, jadi harus agak jauhan

  5. Banyak bandara yang ga memperbolehkan taksi maupun ojek online untuk masuk ambil penumpang di seluruh area bandara.

    Kalaupun mau masuk bandara, harus daftar jadi anggota koperasi polisi Inkopol dengan adanya iuran bulanan yang dikenakan ke driver.

    1. Terima kasih informasinya

Tinggalkan Balasan