Curhatan guru dan murid selama PJJ: butuh Unlimited BISA SEMUA

pembelajaran jarak jauh daring

Curhatan guru dan murid selama Pembelajaran Jarak Jauh : butuh Unlimited BISA SEMUA – Sampai sekarang masih ngga abis fikir, virus tak kasat mata bisa mengubah segalanya. Mengubah pola hidup, mengubah kebiasaan, mengubah sistem, mengubah kebijakan, mengubah pola fikir. Setahun lebih, saya mendampingi kakak sekolah daring. Sejujurnya ngga perah terbayang di benak saya sebelumnya, kakak akan menghabiskan masa PAUD dan Taman Kanak Kanak (TK) di rumah seperti sekarang. Sulit, tapi harus dijalani. Ingin menyerah, tapi waktu tak bisa berhenti. Puyeng ya? Sama!

Ngga cuma orang tua aja yang kelimpungan menyesuaikan situasi, guru pun ikutan ngos-ngosan nyari solusi supaya pembelajaran terus berjalan.

Sebenernya apa aja sih yang dicurhatin sama para guru dan wali murid?
Saya coba jabarin di bawah ya..

Curhatan guru dan wali murid sejak PJJ

Sejak pembelajaran jarak jauh (PJJ), baik guru dan wali murid kompak curhat tentang berbagai hambatan yang dilalui selama PJJ. Wajar aja sih, sekarang ruang berpendapat terbuka lebar di berbagai platform baik di sosial media dan blog. Biasanya curhatan mereka lebih cepat mendapat respon dari banyak orang yang merasakan hal serupa.

Berikut curhatan guru, wali murid, murid hingga mahasiswa yang saya kutip dari beberapa sumber

Dilansir dari Jawa Pos, beberapa guru curhat ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat webinar Merdeka Belajar, Transformasi Pendidikan Indonesia, Jumat, 22 Januari 2021.[1]

“Sebelum covid, kami memang sudah mengadopsi pembelajaran digital meskipun kami sekolah di lereng gunung merapi. Dampak ngga terlalu banyak, halangannya di belajar di rumah ada di internet. Siswa yang susah dapat sinyal internet”

bu Tri Worosetyaningsih, guru SMPN 2 Pakem.

“Hambatannya akses jaringan yang ngga memadai dan jarak yang jauh dari sekolah”

Nurul Mahbubah, guru SMAN 1 Batu Ampar.


“Masih banyak anak yang minggat dari rumah saat malam. Alasannya, cari sinyal atau wi-fi untuk mengerjakan tugas”

Rhea, pengajar Bahasa Jerman di SMA Kabupaten di Jawa Tengah yang merasa kebijakan WFH sia-sia di tempat kerjanya. [2]

via GIPHY

Curhat tentang PJJ wali murid dan murid

kendala pembelajaran jarak jauh PJJ
Berbagai kendala pembelajaran jarak jauh (PJJ)

Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti zoom meeting bersama psikolog klinis Ifa H. Misbach di acara BloggerDay 2021.
Mba Ifa bilang, selama pandemi, problem kesulitan belajar anak jadi keluhan banyak orang tua, yang kebanyakan ngga mendalami ilmu pedagogi.

Kesulitan belajar anak selama PJJ

Khususnya anak SD, kesulitan belajar yang sering dialami anak yaitu susah menangkap apa yang jelaskan guru, susah memahami konsep berhitung dalam bentuk cerita, susah menghafal, sulit memahami isi bacaan, anak sulit mendengar saat orang tua menyampaikan sesuatu.

Bila ada kesulitan belajar di tingkat SD, orang tua perlu melihat dulu tahapan sebelumnya saat anak masuk PAUD. Apakah anak menjadi korban pemaksaan untuk mahir membaca, menulis dan berhitung sebelum kematangan kognitif dan mentalnya siap?

Kalau anak belum siap, orang tua perlu melihat, apakah ada masalah perkembangan yang ngga lengkap di tahapan dasar perkembangan sensori motorik.

Perkembangan sensori motorik adalah kemampuan sel saraf sensorik yang bertugas menghantarkan informasi ke otak. Selanjutnya sel saraf motorik menghantarkan hasil terjemahan otak ke organ tubuh yang akan digerakkan.

Rangsangan di sel saraf motorik harus melalui kepekaan organ indera tubuh. Proses ini merupakan bagian dari kecerdasan tubuh yang harus dipunyai anak-anak sebelum beranjak ke SD.

Masalah seperti ini, biasanya baru ketahuan setelah ada intervensi dari psikolog. Sebagai orang tua, kudu peka tentang masalah perkembangan anak.

Seorang siswa jurusan bahasa menceritakan hambatan tentang PJJ di Quora.

Belajar online memang membawa dampak positif kepada siswa. Misalnya, dari yang tidak tahu bagaimana menggunakan Google Classroom, lama-lama jadi tahu karena terbiasa memakai.

Yang awalnya cuma numpang nama alias nebeng waktu ada tugas bikin makalah, sekarang dengan sistem PJJ, semua murid dituntut untuk menjadi mandiri kan? Kalau belum bisa, pokoknya harus dikerjakan, soalnya sudah ditentukan deadline nya. Murid bisa lebih mandiri dan ngga gaptek.

Disamping manfaat yang dirasakan sejak PJJ, ada juga beberapa keluhan murid waktu menjalaninya

  1. Pemberian tugas secara terus-menerus. Saya capek sekali loh, jujur nih!
    Dibombardir terus. Saya selalu berdoa supaya saya tidak stress lalu jatuh sakit cuman gara-gara tugas yang tiada habisnya. Mau tidur siang takut banget rasanya, takut tiba-tiba pas bangun nanti udah ketinggalan update-an tugas. Berabe nih, mana saya nggak tahu deadline nya kapan kan? Wong sering terjadi toh selama saya ikut pembelajaran daring ini, deadline tugas hanya 2 jam. Sedangkan tugas saya tidak cuman satu. Please, i’m not a robot, i’m a human.
  2. Materi yang diberikan kurang dari ekspekstasi. Saya kira akan dijelasin dulu panjang lebar seperti di sekolah, namun ternyata tidak. Kalau ada guru yang memberi penjelasan itu saja, saya sudah sangat besyukur sekali, karena kebanyakan kurang yang ngasih pembahasan, atau nggak ngasih sama sekali dan langsung menghujani kami para murid dengan
    tugas yang se abrek-abrek.
     
  3. PJJ sering ngga sesuai jadwal. Misalnya, pelajaran hari Senin adalah matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman. Tapi tiba-tiba ada pemberitahuan bahwa ada tugas PKN. Ini sih yang sering bikin saya bingung. Mana sehari bisa dapet 3 sampai 5 tugas. Belum termasuk ulangan daring.
  4. Sering disuruh nonton video (Youtube). Kan ngga semua orang punya wifi di rumahnya, seperti saya. Kuota saya cepat sekali habis. Uang jajan nggak dapat, tapi harus beli kuota terus. Syedih banget hamba.
  5. Murid harus stay tune di depan HP/laptop. Saya memang demen main hp. Tapi, ini bener-bener beda. Capek banget kalo harus non-stop di depan HP. Mana mata saya minus, silinder pula. Saya minus 8 dan silinder 4. Saya takut kalau minus sama silinder makin nambah.[3]

Yang saya rasakan waktu mendampingi kakak selama PJJ, tantangannya lebih besar ketimbang di sekolah. Seperti anak bosan menatap layar laptop, kurang sosialisasi, kurang aktivitas fisik, anak kurang semangat mengerjakan tugas dari gurunya. Saya juga khawatir kesehatan mata anak akibat terlalu lama menatap layar gawai tanpa kacamata.

Selain itu kelancaran sinyal internet berperan penting, demi kelancaran proses PJJ. Sebab sering suara gurunya kurang terdengar jelas, suara putus-putus. Beberapa kali ngga bisa menampilkan video karena gawainya rusak. Ada saja kendala yang menghambat kelancaran PJJ.

Beberapa poin di atas cukup mewakili suara hati mayoritas emak-emak dan murid di seluruh dunia.

Persoalan internet masih jadi masalah PJJ

pembelajaran jarak jauh
Persoalan internet masih menjadi kendala selama PJJ

Sebagian besar yang dikeluhkan oleh guru dan murid waktu menjalani PJJ adalah permasalahan internet. Keterbatasan internet dan susah sinyal bisa menghambat proses belajar. Sebab sekarang semua bergantung pada internet.

Ngumpulin tugas lewat google class, WhatsApp maupun web. Nyari jawaban soal juga lewat internet, soalnya ngga ketemu jawabannya di buku. Nonton video di YouTube. Tiap hari ada pembelajaran lewat zoom.

Meskipun pemerintah juga sudah menyediakan program internet gratis, tapi ngga semua sekolah dan ngga semua murid mendapatkannya. Pernah seorang teman bertanya pada saya perihal internet gratis PJJ dari pemerintah yang ngga ia dapatkan. “Mungkin tergantung kebijakan sekolah
masing-masing,” jawab saya.

Saya sendiri hanya dapat internet gratis selama 2 bulan, selebihnya membeli internet mandiri. Akhirnya nemu provider yang unlimited bisa semua.

pembelajaran jarak jauh
pembelajaran jarak jauh
smartfren UNLIMITED sekarang MAKIN UNLIMITED, karena EXTRA UNLIMITED MALAM FULL SPEED, jadi bisa internetan SEPUASNYA SAMPAI PAGI #UnlimitedBisaSemua

~ Bisa akses internet malam hari sepuasnya, anti lemot dan buffering soalnya full speed. Mau unduh bahan pembelajaran dan nonton pembelajaran via YouTube bebas ngadat. Hebat nya lagi dari smartfren Unlimited bisa bikin #MalamJadiExtra karena adanya Extra Unlimited Malam Full Speed.

~ Ngga perlu keluar rumah malam-malam lagi nyari koneksi wi-fi soalnya internet aktif selama 24 jam.

~ Mau di kota maupun di desa, gunung, pantai, hutan terpelosok bisa memanfaatkan internet yang sama sebab berlaku Nasional yang berarti bisa dipakai dimana aja.

~ Bisa dipakai di semua aplikasi di hape. Benar-benar UnlimitedBisaSemua

~ Berlaku untuk semua paket internet, mulai dari paket internet yang paling murah seharga 20 ribu.

Saya udah coba pakai smartfren paket internet unlimited, koneksinya stabil dan lancar, bisa akses internet dimana aja. Unduh dan kirim tugas juga bebas hambatan. Zoom meeting PJJ tanpa keluhan koneksi internet putus-putus.

Malam hari, saya pakai untuk riset sumber tulisan, kecepatan internetnya cukup cepat.

Setidaknya meski PJJ bikin pusing emak-emak, yang penting koneksi internet unlimited lancar, ngga bikin pusing lantaran mau ngumpulin tugas kok susah amat. Hihi

Sekarang giliranmu coba internet unlimited mulai dari harga 20 ribuan. Supaya PJJ tetep berjalan lancar, bebas hambatan.

Sumber referensi

[1] https://www.jawapos.com/nasional/pendidikan/22/01/2021/guru-curhat-ke-mendikbud-nadiem-soal-kendala-internet-dalam-pjj/
[2] https://www.vice.com/id/article/pke8ak/suka-duka-belajar-jarak-jauh-karena-corona-buat-guru-dan-dosen-di-
indonesiahttps://www.vice.com/id/article/pke8ak/suka-duka-belajar-jarak-
jauh-karena-corona-buat-guru-dan-dosen-di-indonesia
[3] https://id.quora.com/Apa-keluh-kesah-mahasiswa-siswa-sekalian-saat-terpaksa-belajar-daring

14 Replies to “Curhatan guru dan murid selama PJJ: butuh Unlimited BISA SEMUA”

  1. Sepertinya yang namanya PJJ emang tergantung kreativitas guru masing2 dan dana kayaknya nggak ada standarnya. Mungkin barangkali ada konferensi guru2 yg bahas hal ini.
    Soalnya kalau di sekolah2 yg udah blended learning duluan, sbnrnya online gak terus menerus tiap hari, eh tapi emang mereka ada programnya. Mungkin udah waktunya sekolah konvensional jg mikir hal2 seperti ini. Walau nelat yg penting ada usaha.
    Kompleks banget emang masalahnya.
    Kalau soal jaringan sih msh bisa diupayakan, yg penting memicu guru kreatif ini yg perlu didorong #imho

  2. aku prihatin melihat kendala PJJ selama setahun belakangan ini. Ga semuanya punya budget internet dan sinyal yang mumpuni tapi dipaksa harus belajar lewat daring.
    setahun udah lelah banget ya mbak. Entah gimana Juli nanti apa beneran bakal mulai tatap muka.
    Salut buat para wali murid, murid, juga guru sudah bertahan sejauh ini. Semangat belajar!

  3. Duh kuota sekarang jd kayak kebutuhan pokok ya , harus ada dan kudu pintar-pintar cari yg harganya murah bisa unlimited . Mantap nih smartfren cuma 20 rb

  4. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) emang jadi tantangan tersendiri ya buat anak, orang tua dan guru. Ibuku aja pusing soalnya adekku yang masih SMK tuh sekolah dari rumah selama pandemi. Pengeluaran buat beli kuota jadi banyak banget. Nanti aku kasih tau biar cobain Smartfren biar hemat. Hehe

Tinggalkan Balasan