Olahraga yang ngga bikin lemas selama puasa

olahraga waktu puasa

Mayoritas orang mengurangi kegiatan olahraga selama puasa dengan alasan takut kecapekan, takut lemas, takut tambah loyo, takut pingsan, takut batal puasanya, takut kelaparan. Untuk alasan yang terakhir pasti, namanya juga puasa. Hehe. Justru kalau tak olahraga bawaannya ingin nempelin kepala ke bantal seharian dan bikin mager (malas gerak).

Baca juga : Hii Kaum rebahan: Yuk bergerak di rumah perangi mager

Manfaat berkeringat saat olahraga sambil berpuasa

Saat olahraga, tubuh akan mengeluarkan lebih banyak keringat. Ketika tubuh berkeringat, maka suhu tubuh dikendalikan, kulit lembab, bikin kulit sehat, mengusir bakteri, membuang zat kimia berbahaya dalam tubuh, detoks logam pada tubuh, memperbaiki mood, mencegah berbagai penyakit, meningkatkan kualitas tidur, mencegah penyakit batu ginjal, menurunkan berat badan, memperbaiki otot tubuh, melancarkan sirkulasi darah.

Yang terjadi dalam tubuh saat berolahraga sambil puasa

Jantung memompa darah lebih cepat

Berolahraga membutuhkan pergerakan fisik lebih aktif. Ketika Teman KeluargaMulyana berolahraga, jantung akan bekerja lebih cepat untuk memompa darah.

Selanjutnya, darah bersih yang kaya oksigen ini dibawa ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Inilah yang menjadi sumber tenaga untuk Teman bergerak. Apabila tubuh Teman merasa lemas, artinya jantung Teman tak mampu memompa darah lebih cepat, dan akan membuat tubuh kekurangan suplai oksigen.

Paru-paru akan memompa oksigen lebih banyak

Sering merasa kehabisan napas ketika berolahraga? Tenang, itu adalah hal yang wajar terjadi. Agar kebutuhan oksigen tubuh Teman tetap terjaga, paru-paru akan bekerja lebih keras memompa oksigen, bahkan hingga 15 kali lebih banyak. Pada banyak kasus, sering ditemui orang pingsan ketika berolahraga karena kurangnya pasokan oksigen.

Ginjal akan Melakukan Penyerapan Zat yang Masih Diperlukan

Siapa bilang olahraga saat puasa tidak bermanfaat? Justru, dengan berolahraga, Teman akan membuat ginjal lebih sehat. Mengapa demikian? Kurang minum saat puasa akan membuat tubuh Teman rentan terkena dehidrasi.

Nah, untuk menghindarinya, ginjal akan melakukan penyerapan kembali zat-zat dalam urine yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini tentu saja akan membuat tubuh tidak kekurangan cairan dan urine yang akan Teman keluarkan menjadi lebih sedikit.

Sendi akan Menerima Beban Lebih Berat

Ketika Teman berolahraga, sendi-sendi pada seluruh tubuh akan mendapatkan beban lima hingga enam kali lebih berat dibandingkan dengan saat Teman beraktivitas normal.

Hal ini akan membuat sendi rentan mengalami cedera. Tapi, Teman KeluargaMulyana tak perlu khawatir, karena sendi tubuh sudah didesain dilengkapi dengan pelumas dan berbagai jaringan lunak yang mendukung pergerakannya meski mendapatkan beban yang lebih berat ketika berolahraga.

Usus akan Lebih Lambat Melakukan Penyerapan

Saat puasa, tubuh tak menerima asupan makanan dalam waktu yang cukup lama. Tak mengherankan jika Teman akan merasa lapar. Dengan begitu, bagian sistem pencernaan tubuh tidak banyak melakukan gerakan saat berolahraga.

Asupan darah yang menuju usus pun akan berkurang, karena jantung akan lebih banyak memompa darah ke otot. Pada akhirnya, proses penyerapan pada usus pun akan berlangsung lebih lambat.[1]

MasyaAllah, sungguh banyak manfaat berpuasa sambil berolahraga untuk tubuh. Tubuh sudah didesain luar biasa untuk lebih banyak beristirahat selama puasa. Maka sudah jadi tugas Teman KeluargaMulyana untuk jaga kebugaran tubuh, agar tubuh tak mudah

Jenis olahraga selama puasa yang tak bikin badan lemas

Ketika menjalankan puasa saya usahakan untuk tetap olahraga di rumah. Saya memilih olahraga yang gerakannya cenderung lebih pelan, seperti yoga, pemanasan, angkat beban. Saya mengurangi olahraga yang gerakannya cepat seperti zumba, pound fit, aerobik.
Selama olahraganya ngga beresiko membatalkan puasa, saya usahakan tetap tak masalah bagi saya untuk terus berolahraga.

Angkat barbel 2 kg sambil masak

Sambil menunggu masakan matang, saya suka sambil angkat barbel. Ada tiga contoh gerakan sederhana yang bisa dilakukan sambil duduk maupun berdiri yaitu :

Tricep extension

Gerakan ini bermanfaat untuk membangun kekuatan otot bahu dan trisep kamu. Cara melakukan tricep extension cukup mudah. Pertama, duduklah di kursi dan posisikan badan tegap.

Kemudian, pegang sebuah barbel dengan menggunakan dua tangan, lalu angkat barbel melewati atas kepala sampai tepat berada di belakang kepala dengan posisi siku yang menekuk.

Angkat barbel ke atas kepala dengan menguatkan kedua lengan, lalu kembalikan lagi ke posisi di belakang kepala. Ulangi gerakan ini sebanyak 12 hingga 15 kali.

Barbel lateral dan front raise

Gerakan ini juga bermanfaat untuk menguatkan otot bahu dan lengan. Mulailah dengan berdiri tegak. Kedua kaki dibuka sejajar bahu, masing-masing tangan memegang satu barbel.

Kemudian, secara perlahan-lahan naikkan lengan ke arah samping tubuh sampai setinggi bahu, lalu turunkan tangan kembali ke posisi awal. Gerakan ini bernama lateral raise.

Setelah melakukan gerakan lateral raise, lanjutkan dengan melakukan gerakan front raise. Posisi badan masih sama seperti lateral raise, tapi angkat kedua tangan yang memegang barbel ke depan sampai setinggi bahu.

Kemudian, turunkan kembali ke posisi semula. Lakukan latihan ini sebanyak dua set, masing-masing set sebanyak 15 kali.

Shoulder press

Sekarang lanjutkan dengan mengangkat barbel ke atas. Gerakan ini bernama shoulder press.

Caranya adalah mengangkat kedua tangan yang memegang barbel. Pertama-tama angkat ke atas bahu, kemudian angkat lagi sampai ke atas kepala.

Latihan ini enggak hanya efektif untuk melatih otot bahu, tapi juga baik untuk latihan trisep.

Kalau ngga punya barbel di rumah bagaimana?

Sebetulnya bisa manfaatkan botol minum yang diisi air atau bisa juga dengan melakukan gerakan pemanasan tubuh yang bermanfaat membuat otot tubuh menjadi lebih tegang dan siap digunakan olahraga.

Pemanasan sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis, yakni pemanasan yang dilakukan secara umum atau general warm-up dan pemanasan spesifik.

Untuk general warm-up, gerakan yang dilakukan adalah dengan melakukan serangkaian olahraga ringan, seperti push-up, memutarkan tangan, atau lari di tempat. Sementara untuk pemanasan spesifik, bisa dilakukan beberapa gerakan olahraga, tapi dengan intensitas yang lebih ringan.

Untuk gerakan pemanasan biasanya yang saya lakukan dengan cara menekuk tangan ke samping kanan dan kiri, menekuk kepala ke samping kanan dan kiri, menekuk lutut kanan dan kiri ke arah depan, menekuk lutut kanan dan kiri ke arah belakang. Lalu menarik kedua tangan ke belakang sampai bahu ketarik ke belakang dalam posisi tegap, setelahnya bungkukkan ke bawah seperti sedang dalam posisi rukuk.

Dilanjutkan dengan squad sekitar sepuluh kali. Kalau masih kuat dilanjutkan plank selama 1o detik saja. Ngga perlu lama-lama ntar gobyos. Hehe. Biasanya olahraga saya lakukan sambil masak nyiapin hidangan buka puasa.

Yukk.. Perangi mager meski lagi puasa. Semoga menginspirasi Teman tetap semangat bergerak..

Sumber referensi :

Hallodoc

2 Replies to “Olahraga yang ngga bikin lemas selama puasa”

  1. Aku ttp rutin olahraga selama puasa. Dan justru makin enaaak di badan. Cuma durasinya aku kurangin mba. Jadi kalo biasanya 1 jam olahraga beban, aku ubah 15 menit treadmill, 15 menit beban. Supaya ga lemas. Krn workout beban yg aku pake juga 10-15 kg. Lemes kalo maksain 1 jam
    .
    Temen ada yg bilang stop aja selama puasa. Tapi aku ga mau, krn takutnya 30 hari skip workout yg ada kacau lagi polanya. Metabolisme bisa melambat, dan nanti aku jd ga sanggub angkat beban yg skr. Mending ttp olahraga tp kurangi durasi

  2. pengen rasanya olahraga saat bulan ramadhan, temen-temen komunitas lariku malah bikin acara lari dari jam 12 malem finish sekitar jam 2 pagi, terus lanjut sahur bareng-bareng. Rasanya pengen ikutan, tapi kok ya malesnya itu yang nggak ketulungan hahaha
    ditambah tulang mata kaki pernah retak, jadi agak-agak was-was juga
    dan dirumah juga punya barbel padahal, tapi malah ga kepegang sama sekali

Tinggalkan Balasan