Cara menumbuhkan minat baca anak lewat Program BACA

Cara menumbuhkan minat baca anak lewat Program BACA Danone Indonesia – Maa, ayo bacain dongeng.. Tiap menjelang bobo malam kakak selalu nodong saya untuk bacain dongeng di buku digital. Sejak saya biasakan membacakan dongeng sebelum bobo ke anak-anak, manfaat yang saya rasakan banyak.

Melatih fokus anak saya yang memang pada dasarnya aktif semua, kosakata jadi bertambah, berbagai nilai dan pesan positif dari sebuah dongeng. Saat sekolah daring, kakak pernah ditanyai guru tentang cita-citanya. Terus kakak jawab pengen jadi es krim. Setelah saya bacain dongeng tentang berbagai macam profesi, dia jadi tahu, ternyata profesi itu banyak macamnya dan masih banyak profesi yang belum diceritakan pada kakak.

Sayang realitanya, minat baca di Indonesia masih rendah. Hasil survei Central Connecticut State University yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke 60 dari 61 negara dengan minat baca terendah.

UNESCO mendata, minat baca orang Indonesia hanya 0,001%, yang artinya cuma 1 orang yang rajin membaca. Sungguh memprihatinkan ya teman keluargamulyana.

Saya ngga heran, sebab saat mampir ke toko online, sang pemilik toko sering menuliskan huruf BESAR semua CAPSLOCK bertuliskan HARAP BACA DESKRIPSI. Meski begitu, ada saja pembeli yang protes karena ngga sesuai seperti yang ia harapkan, padahal di deskripsi sudah dijelaskan detail.

Program BACA Danone Indonesia dan Tentang Anak

Saat Hari Buku Anak Sedunia pada 23 April lalu, Danone Indonesia menggandeng Tentang Anak meluncurkan program BACA. Tujuannya ingin mengajak para orang tua untuk meningkatkan kebiasaan membaca sejak dini dan memenuhi gizi seimbang untuk tumbuh kembang anak yang optimal.

Donasi buku program BACA Danone
Program BACA Danone

“Kami yakin untuk mendukung anak hebat berliterasi, orang tua perlu menanamkan budaya cinta literasi pada anak sejak dini. Kami mengajak para orang tua agar membiasakan anak membaca dan berbuat kebaikan di suasana bulan ramadan. Sebab, selain perlu asupan gizi seimbang untuk mengoptimalkan imunitas dan tumbuh kembangnya, anak juga butuh dorongan stimulasi agar kemampuan daya fikir dan sosial emosionalnya berkembang,”


Arif Mujahidin, Coorporate Communications Director Danone Indonesia.

Melalui program BACA, Danone Indonesia menggandeng Tentang Anak menyumbangkan buku serial “Sikap Baik” sebanyak 1000 buku untuk didistribusikan selama ramadan.

Makanya disamping peluncuran program BACA, Danone Indonesia dan Tentang Anak juga menyelenggarakan talkshow bertema Dukung Anak Hebat Berliterasi dengan Asupan Gizi Seimbang dan Pola Asuh Orang Tua yang Baik.

Panduan gizi untuk tumbuh kembang anak berpuasa

Mumpung momennya sekarang bulan puasa, tema yang diusung juga tentang anak berpuasa.

Dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, dokter spesialis anak dan CEO tentang anak menjelaskan mulai usia 4 tahun, anak sudah bisa diajari untuk berpuasa. Seperti ikut sahur dan berbuka puasa. Kalaupun belum bisa seperti puasa orang puasa ngga masalah, asalkan anak sudah mau latihan aja harus diapresiasi supaya mereka makin semangat puasanya.

Yang harus disiapkan sebelum anak ikut berpuasa

Pastikan menu yang dimakan anak harus mencukupi kebutuhan gizi hariannya. Sumber makanan bervariasi lebih baik, supaya tahan lapar biasanya kudu banyak makan protein, lemak dan serat.

Saat sahur, sebaiknya makan makanan yang bisa mempertahankan kadar gula darah lebih lama seperti, nasi, ubi, kacang hijau, roti gandum, telur, daging, apel.

Sedangkan saat berbuka puasa, sebaiknya makan makanan yang bisa menaikkan kadar gula darah dengan cepat seperti, kurma, buah-buahan, roti.

Bagaimana memberi nutrisi seimbang anak?

Harus terpenuhi asupan makronutrien untuk sumber energi anak dan mikronutrien untuk daya tahan tubuh.

Sumber makronutrien berasal dari karbohidrat, protein dan lemak.
Sumber mikronutrien berasal dari kalsium, asam folat, vitamin A, C, D, E, B6, B12, seng, zat besi.

Selain butuh asupan nutrisi seimbang, jangan lupa cukupi kebutuhan air supaya ngga dehidrasi dan mencegah sembelit.

kebutuhan minum air anak
Coba dihitung anak-anak udah cukup minum belum?

Belajar membaca dan membaca untuk belajar di bulan ramadan

Banyak yang beranggapan usia di bawah 6 tahun adalah proses orang tua mengajarkan aktivitas membaca pada anak. Saat usia 6-7 tahun, anak bisa membaca untuk belajar.

Faktanya, proses belajar dan membaca untuk belajar adalah dua hal yang berdampingan. Sebetulnya, perkembangan bahasa serta kemampuan literasi berkembang sejak anak lahir. Sehingga tiap interaksi dari orang tua bisa menjadi momen mengasah kemampuan literasi anak.

Fathya Artha, Sc, MPsi, psikolog dan founder tiga generasi juga menyampaikan saat pandemi, orang tua cenderung khawatir tentang screen time yang berlebihan, kemampuan sosialisasi yang ngga terasah, kesehatan fisik dan emosional anak, ketinggalan edukasi.

Salah satu solusinya yaitu dengan membiasakan aktivitas membaca tiap hari di rumah.

Manfaat membaca menurut para pakar

Selain mempererat bonding antara orang tua dengan anak dan jadi variasi kegiatan anak dalam kegiatan sehari-hari untuk menyeimbangkan kegiatan online dan offline, berikut manfaat membaca menurut pakar

Mengasah kemampuan anak untuk mengenal emosi dan mengendalikannya (Aram & Saphira, 2012)
Meningkatkan kemampuan berbahasa (Dowdali et al, 2019)
Dasar mengasah kemampuan litrasi, salah satu yang terpenting dari digital literacy (Lazonder et al, 2020)
Mengaktifkan bagian otak yang berfungsi dalam perkembangan bahasa, perencanaan dan pembuat keputusan (Mutton et al, 2017)
Mengasah keterampilan sosial salah satunya empati (Aram & Saphira, 2012)

Memilih buku bacaan sesuai umur anak

Jangan salah pilih buku bacaan untuk dongeng anak nih teman keluargamulyana. Semakin kecil umur anak rentang waktu fokusnya juga semakin sebentar. Sehingga butuh buku cerita yang ngga banyak kata-kata namun syarat akan nilai pembelajaran.

Berikut cara tepat membacakan dongeng sesuai usia anak

buku anak sesuai usia
Pilih buku anak sesuai usianya

Usia 1-2 tahun
Anak sudah mulai bisa pegang buku sendiri, mencoba membolak balik buku, mengucapkan kata sederhana, berinteraksi dua arah.
Pilih buku bacaan seperti, board books atau buku berbahan tebal, ngga mudah sobek saat dibalik, rhyming book, buku bergambar, buku yang menjelaskan sesuatu benda atau kalimat.

Usia 2-3 tahun
Anak sudah mulai mengenal banyak benda, mampu mengucapkan dan memahami kalimat yang lebih panjang.
Pilih buku bacaan seperti, rhyming books, buku bergambar tentang mencari dan menemukan benda. buku cerita.

Usia 3-4 tahun
Anak mulai mengenali huruf, suka membacakan buku pada boneka, mengulang kalimat dalam buku.
Pilih buku bacaan seperti, buku berhitung bergambar, buku cerita yang ceritanya agak panjang.

Usia 4-6 tahun
Anak mulai bisa menceritakan bacaan, betah duduk lama mendengarkan cerita panjang.
Pilih buku bacaan seperti, cerita rakyat, fabel, cerita tokoh penting.

Fathya menambahkan, media baca adalah media yang pas untuk mengajarkan kebaikan sebab anak akan faham tentang mana perilaku yang baik dan tidak baik, mengasah rasa empati, belajar memahami dengan multisensori, meniru apa yang dilakukan tokoh.

Danone Indonesia juga menyumbang buku Sampahku Tanggung Jawabku untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan sekitarnya.

Juga modul Isi Piringku yang disebarkan untuk mengenalkan anak tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi melalui menu gizi seimbang. Semua buku akan disebarkan pada pasien anak yang kena Covid-19 atau penyakit lain di beberapa rumah sakit dan Wisma Atlet. Disebarkan juga di panti asuhan, PAUD, posyandu.

donasi buku anak
Yuk donasi buku untuk anak kurang beruntung lainnya di Wecareid
buku anak gratis
Ikuti juga lomba baca dongeng supaya bisa dapet buku dari Tentang Anak. Info lengkap di instagram Tentanganakofficial

Puncak program BACA, Danone Indonesia dan Tentang Anak menggalang Donasi 5000 buku serial Sikap Baik untuk anak Indonesia yang akan didistribusikan melalui Wecareid

Yuk teman keluargamulyana bantu anak Indonesia melek literasi dengan ikut donasi buku seri Sikap baik di Wecare.id

Tinggalkan Balasan