Review : Buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now

memilih sekolah anak zaman now

Wah nggak kerasa tahun depan Kimika berusia tiga tahun. Rasanya baru kemarin latihan tengkurap, latihan berjalan, memperbanyak kosakata supaya lancar bicara (khusus yang ini masih berproses sampai sekarang).

Tahun depan Saya dan suami berencana memasukkan Kimika ke Kelompok Bermain (KB) atau PAUD. Ada beberapa alasan kami ingin mengikutsertakan Kimika ke KB :

✔ Mendapatkan suasana baru di KB dan tidak merasa bosan di rumah. Namanya anak kecil ya pasti ada kondisi dimana dia lagi nggak mood, bawaannya rewel aja. Bisa jadi dia bosen sama aktifitas di rumah. Harapannya dengan ikut KB dapat menghalau rasa bosannya melalui berbagai aktifitas baru yang diberikan disana.

✔Belajar sosialisasi. Saya lihat Kimika masuk tipikal anak yang mudah bergaul dengan siapa saja. Ketika bertemu teman baru, dia nggak takut buat nyapa dan ngajak main duluan. Pasti seneng banget ketemu banyak temen sebaya di KB nanti.

✔Sejak si kembar lahir, Saya jadi kurang punya banyak waktu untuk menemani Kimika bermain. Perhatian utama tertuju ke adik. Padahal dia butuh banyak stimulasi untuk mengasah kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan motorik, dan kecerdasan komunikasi.

Kebetulan kami sudah punya referensi KB dan TK yang bernuansa agamis. Tujuannya agar dasar agamanya kuat sejak kecil.

Hingga pemikiran Saya berubah setelah membaca tulisan Mas Topan (suaminya Pungky) di buku terbarunya Drama Mama Papa Muda tentang Alasan tidak menyekolahkan Jiwo hingga saat ini, diusianya Lima tahun. Padahal kedua eyangnya yang berprofesi sebagai guru juga udah pada ngeributin hal itu.

Berbagai alasan beliau jabarkan, mulai dari keberhasilan sistem pendidikan yang ada saat ini, standar sekolah, karakter anak didiknya, dsbetc.

Tiap menemukan lembaga pendidikan yang sepertinya cocok, dan mulai mendalaminya, seringkali ada rasa ketidakcocokan disana.

Salah satu contoh nyatanya :
Saat beliau menemani seorang teman menjemput anaknya di sekolah. Kebetulan mobil yang dipakai punya teman lain yang berbeda kepercayaan dengan keluarga temannya.

Begitu masuk Mobil, si anak temannya ini lihat gantungan salib di kaca depan. Dia lalu nyeletuk, “Pah, kata ibu guru, orang kafir itu kan jahat, nggak boleh dijadiin temen. Tapi ini kok Tante (A) baik ya, mau minjemin mobil lagi.”

Si Teman langsung ngasih penjelasan ke si anak. Dari situ, beliau langsung hilang selera dengan sekolah berbasis agama. Menurutnya anak kecil yang belum genap berusia lima tahun, sudah diajari untuk membenci mereka yang beda kepercayaan. Balita yang belum kenal dunia sudah diajari untuk menghakimi kepercayaan orang lain.

Saya sampai heran geleng-geleng kepala saat membacanya. Bahkan Sekolah berpredikat bagus di mata orang awam nyatanya tidak menjamin dapat membentuk karakter anak didiknya akan baik pula.

Dari cerita Mas Topan, membuat Saya menjadi lebih selektif dalam memilih sekolah. Tidak hanya melihat dari tampilan luarnya saja.

 

memilih sekolah anak zaman now
Buku panduan buat orangtua zaman now 🙂

 

Beruntung Saya mendapat kesempatan untuk mengulas buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now. Buku ini ditulis oleh Bukik Setiawan, Andre Firdaus, Dan Imelda Hutapea.

Sebelum Saya bedah bukunya lebih dalam, Yuk kenalan dulu sama penulisnya 😃

Bukik Setiawan :
Pernah menjadi Dosen di Fakultas Psikolog Universitas Airlangga. Saat ini aktif di berbagai aktifitas pendidikan dan berprofesi sebagai kepala kampus guru cikal. Buku ini merupakan buku ketiga beliau setelah sebelumnya menulis Anak Bukan Kertas Kosong dan Bakat Bukan Takdir.

Andrie Firdaus :
Berprofesi sebagai SDM di berbagai perusahaan, membuatnya kenyang pengalaman melakukan seleksi, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan karir. Adanya jurang antara kebutuhan tenaga kerja dengan kualitas pendidikan di Indonesia mendorongnya untuk terlibat menulis buku mulai, Bakat Bukan Takdir, Mitos Millennial (buku-e) dan Panduan Memilih Sekolah untuk anak Zaman Now. Harapan beliau, karyanya dapat membantu anak bangsa agar berkembang sesuai potensinya dan menjadi pelajar sepanjang hayat.

Imelda Hutapea :
Lulus dari program Magister Pendidikan dengan spesialisasi Manajemen Sekolah dan Pendidikan Anak Usia Dini di Universitas Leeds, Inggris, beliau mengenyam pendidikan trainer professional di HBA Consulting Brisbane, Australia. Beliau juga mendirikan lembaga pelatihan guru “Preschool Teacher Institute” di Jakarta. Saat ini, beliau berprofesi sebagai konsultan lepas di bidang pendidikan bagi orangtua maupun lembaga pendidikan.
Dalam buku ini, beliau banyak memberi masukan tentang memilih pendidikan anak usia dini yang memang merupakan bidang spesialisasinya.

🤔Alasan penulis menulis buku ini
Melihat berbagai keresahan yang dialami oleh anak-anak bosan saat berada di kelas.
Resah saat menyaksikan anak-anak muak belajar karena selalu dikejar-kejar target nilai.
Resah mendengar cerita, ketika anak-anak tidak mendapat kesempatan mengembangkan bakatnya.
Resah ketika anak-anak tidak mendapat kesempatan menyampaikan pendapat dan harapannya.

🤔Hubungan keresahan yang muncul dengan buku memilih sekolah
Penulis ingin mengajak semua orangtua untuk mengambil peran dalam melakukan perubahan pendidikan, dimulai dari fase memilih sekolah. Diakui atau tidak, pandangan orangtua dipertimbangkan dalam pengambilan kebijakan di level kelas, sekolah, daerah maupun nasional.

Di level sekolah, keputusan orangtua bisa mempengaruhi arah kebijakan sekolah. Jika kita sebagai orangtua dapat merubah sikap maka perubahan tersebut akan berpengaruh pada sekolah dan pengambil kebijakan pendidikan.

 

memilih sekolah anak zaman now
Tiap bab dalam buku panduan memilih sekolah anak zaman now

Apa aja sih isi buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now ini ?

Sebagai orangtua kita diajak untuk memahami beberapa konsep dasar, seperti

💭Ciri anak zaman now
“Memilih sekolah bukan untuk kita orangnya, tetapi untuk anak-anak kita. Karena itu, mari kita memahami ciri-ciri anak kita, tantangan yang akan dihadapi di masa depan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan tersebut. Pemahaman ini yang penting untuk menjadi acuan dalam memilih sekolah. Dalam buku ini dijelaskan tentang perbedaan ciri anak zaman dulu dengan anak zaman now, tentang dunia kerja anak zaman now, keterampilan penting yang harus dipunyai anak zaman now.”

💭Memahami cara belajar anak zaman now
Anak zaman now punya cara belajar sesuai zamannya. Dengan mempelajari bagian ini, Kita bisa memahami cara belajar yang tepat untuk anak. Sekolah terbaik untuk anak tentu sekolah yang menawarkan cara belajar sesuai anak Kita, yang bisa jadi berbeda dengan cara belajar zaman kita. Kita diajak untuk memahami

✔ Bagaimana cara kerja otak, mana cara belajar yang disarankan dan mana cara belajar yang tidak disarankan.

✔Cara belajar di sekolah dari berbagai aspek, yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu Cara belajar menanamkan dan cara belajar menumbuhkan. Sekaligus menemukan cara belajar yang sesuai dengan cara belajar otak.

💭Memahami sekolah bagi anak zaman now
Sekolah bukan benda sederhana yang sekali lihat bisa tahu nilainya. Di bagian ini, Kita akan diajak untuk menelusuri elemen-elemen sekolah yang perlu diperhatikan dalam menilai dan memilih sekolah. Jangan sampai kita memilih sekolah seperti membeli kucing dalam karung 😊
Di bab ini Kita diajak untuk memahami :

Pemahaman orangtua kebanyakan saat memilih sekolah, seperti
Memilih berdasarkan tampilan yang sempurna, bukan pada tampilan yang menunjukkan adanya proses belajar.
Terus terang Saya merasa kesindir bagian ini. Kadang tampilan luar selalu memikat hati pada awalnya, padahal kita belum tahu betul tampilan dalamnya. 😑

Ada 10 Mitos kompetisi dalam belajar.

Contoh Mitos :
Dengan kompetisi anak belajar menghadapi kegagalan

Pada kenyataannya :
Kegagalan terbesar bukanlah gagal mengalahkan orang lain dalam kompetisi, namun gagal mencapai sasaran yang telah ditetapkan sendiri. Berkompetisi dengan diri sendiri justru membantu anak menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

💭 Memilih Sekolah bagi anak zaman now
Setelah memahami ciri Anak Zaman Now, cara belajar, dan sekolah yang sesuai, di bagian ini Kita akan diberikan step by step memilih sekolah, termasuk saat melakukan observasi dan wawancara dengan pihak sekolah.

Asiknya lagi, kita dikasih daftar observasi dan pertanyaan yang penting untuk ditanyakan ke pihak sekolah saat melakukan wawancara.

 

memilih sekolah anak zaman now
Pekerjaan yang tergantikan oleh robot, saat ini sudah mulai terlihat, seperti penjaga di pintu tol, penjaga di pintu parkir, dsb. Anak kita harus punya kompetensi lebih di masa depan.

 

DAPET BONUS ++

💭Panduan memilih pendidikan anak usia dini (PAUD)
Di bagian bonus ini, lebih banyak mengulas mengenai bagaimana memilih PAUD yang tepat. Cocok banget nih! ngurangi kebimbangan milih sekolah 😃

Sempet kepikiran memilihkan sekolah Kimika dengan menggunakan bahasa Asing namun disisi lain bahasa Indonesianya masih belum lancar banget. Menurut pemahaman Saya dengan mengajarkan bahasa Asing sejak dini, semakin mudah dan terbiasa dalam berbicara.

Nah kebetulan disini dibahas juga tentang kedilemaan Saya diatas, dan juga beberapa kasus lain.

Lengkap dengan langkah-langkah dan lembar penilaian PAUD juga. Menolong sekali ini 👍

Menurut Saya buku ini penting banget buat mama-mama baru seperti Saya, dan mama-mama yang ingin mendaftarkan anak ke lembaga pendidikan yang tepat. Tepatnya menjawab berbagai kegalauan, pertanyaan, mitos, seluk beluk tentang memilih sekolah impian, yang menitikberatkan perkembangan dan kebutuhan anak zaman now yang memang jauhh beda dari zaman orangtuanya dulu.

Yang membuat buku ini berbeda yaitu,
Dari lembar pertama sampai lembar terakhir berwarna, berilustrasi lucu, bahasa mudah dipahami, lengkap dengan gambar, infografis dan tabel. Bisa langsung praktekin, sewaktu survei sekolah 😃

Bekal udah didapat, sekarang saatnya berangkat survei sekolah 😀.

8 Replies to “Review : Buku Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Zaman Now”

  1. Wahhh isinya lengkap ya Mbak.
    Bagus banget nih jadi panduan untuk orang tua yang mungkin mulai gelisah
    untuk memilih sekolah mana yang cocok untuk anak.
    Reviewnya juga lengkaaappp sampe ke Penulis nya (“,)

    Makasih infonya (“,)

    1. Sama-sama mbak 😊

  2. Jd pgn punya bukunyaaaa…
    Hunting ah.
    Makasih sharenya lo mbk.

    1. Sama-sama mbak, kalo mau beli bisa langsung disini http://memilihsekolah.com/?reg=syarifani

  3. Kalau anak masuk PAUD biasanya memang lebih memudahkan anak untuk belajar tersosialisasi, punya banyak teman & belajar mengenal karakter teman yg beda2 ya mb 🙂

  4. ko salfok sama yg anak kecil bicara kafir segala yah..
    klo urusan milih sekolah saya ga sepenuhnya libatin anak justru saya yg fokeus liat kurikulum, target pendidikannya gmn, lingkungannya gmn dan utamannya sih budget mba hahaha

    1. Nah itu sekolah dan lingkungannya perannya gede banget buat membentuk karakter anak. Salah pilih sekolah, bisa berdampak kurang baik untuk masa depannya. Budget juga masuk salah satu pertimbangan pastinya. Hihi

  5. Anakku masih satu tahun sih, belum ada fikiran tentang milih sekolah, mungkin buku ini bisa membantu

Leave a Reply