Konsultasi Gigi Sekarang Gratis, Jangan Tunggu Sakit Gigi

Konsultasi gigi gratis teledentistry

World Oral Health Day (WOHD) 2022 berlangsung tiap tanggal 20 Maret. Berbeda dengan WOHD 2021, tahun ini fokus mengkampanyekan gerakan #KonsultasiGigiSekarang, Jangan Tunggu Sampai Sakit Gigi. Sejak pandemi banyak orang yang menunda kunjungan ke dokter gigi. Belum lagi banyak dokter gigi yang tak membuka layanan praktek. Sehingga ketika periksa ke dokter gigi, kondisi gigi sudah parah dan sulit untuk diperbaiki sehingga gigi tak bisa diselamatkan. Teman KeluargaMulyana masih ingat kapan terakhir kali ke dokter gigi?

Konferensi WOHD 2022 mengajak masyarakat untuk cek berkala ke dokter gigi melalui Tanya Dokter Gigi Pepsodent. Konsultasi giginya gratis. Nanti saya akan bahas caranya.

Konsultasi gigi gratis teledentistry
Peringatan World Oral Health Day 2022

Peringatan WOHD 2022 dihadiri oleh beberapa narasumber, diantaranya:
Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia
drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Head of Professional Marketing Beauty and Personal Care Unilever Indonesia
drg. Usman Sumantri, MSc, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI)
Maudy Koesnaedi, selebritas dan ibu satu anak
Prof. Ihsane Ben Yahya, President FDI World Dental Federation

Fakta kunjungan ke dokter gigi selama pandemi

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan, sebanyak 94,9% masyarakat perkotaan tak pernah ke dokter gigi dalam setahun terakhir. Persebaran dokter gigi yang belum merata serta faktor biaya juga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk rutin berkonsultasi ke dokter gigi.

Akibatnya, dari 57% masyarakat yang mengalami permasalahan gigi dan mulut, hanya 10,2% yang berkunjung ke dokter gigi. Umumnya karena pasien sudah merasa sangat kesakitan. Sejak pandemi tentunya prosentase kunjungan ke dokter gigi makin berkurang dibandingkan riset kesehatan dasar tahun 2018.

Pak Menkes menyampaikan, permasalahan gigi dan mulut di Indonesia masih sangat tinggi. Beberapa faktor penyebabnya antara lain kurangnya kesadaran, rasa takut, dan kesulitan akses ke tenaga profesional.

Datangnya pandemi COVID-19, juga harus mengubah cara pelayanan kesehatan gigi dan mulut untuk cegah penularan virus covid-19 menjadi layanan Teledentistry.

Selain layanan teledentistry, Kementerian Kesehatan bersama PDGI telah menerbitkan petunjuk teknis (juknis) baru Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru.
Juknis ini mengatur empat tahapan, mulai dari tahap penerimaan pasien, sebelum kunjungan, saat kunjungan, dan setelah selesai kunjungan di fasyankes.

Dengan adanya layanan Teledentistry Tanya Dokter Gigi Pepsoden yang diinisiasi oleh Unilever Indonesia bersama FDI World Dental Federation dengan PDGI, harapannya mampu mengedukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kesehatan gigi dan mulut agar tercapai target Indonesia Bebas Karies 2030.

Kebiasaan masyarakat untuk merawat gigi

Sebelum memulai pemaparan dari drg. Ratu, kami diminta untuk mengisi poling kesehatan gigi dan mulut.
Hasil poling menunjukkan, lebih dari 50% prosentase gigi tanggal 1-3 buah gigi lebih banyak dibandingkan yang lebih dari 3 gigi dan banyak orang yang lebih dari 6 bulan kunjungan ke dokter gigi.

gigi lansia
Siapa yang pengen giginya masih banyak yang utuh saat lansia nanti?

Kemudian kami juga melihat tayangan video tentang momen gigi tanggal di tiap tahapan usia, yang endingnya memperlihatkan lansia yang sudah ompong dan data Riskesdas tahun 2018 yaitu rata-rata orang Indonesia kehilangan 11 gigi di usia 65 tahun. Melihat realita itu saya jadi bergidik sendiri, ngga pengen punya tampilan gigi seperti itu saat lansia nanti.

Laporan Riskesdas 2018 menunjukkan, sebanyak 94,7% masyarakat sudah rutin menyikat gigi, akan tetapi hanya 2,8% yang sudah tepat menyikat gigi di waktu tepat yaitu pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Kesadaran masyarakat perkotaan untuk cek ke dokter gigi sebelum pandemi masih besar, sebanyak 94,9%. Padahal jumlah dokter gigi di perkotaan relatif banyak dan aksesnya lebih mudah, tapi kenapa jumlah kunjungan ke dokter gigi masih kurang sekali?

Apa yang menyebabkan masyarakat belum rutin cek ke dokter gigi dan akibat yang ditimbulkan?

Tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia untuk merawat gigi dan mulut diantaranya kesadaran, kurang edukasi, ketidaktahuan, fasilitas, persebaran dokter gigi yang belum merata, kendala jarak, waktu, juga biaya.

Masalah kesulitan akses dan persebaran dokter gigi yang tak merata ini juga ditegaskan oleh Ketua PDGI. Sebanyak 280.630 dokter gigi yang aktif, sebagian besar berada di perkotaan. Jumlah dokter gigi dalam satu Kabupaten bisa dihitung jari, apalagi dalam satu kecamatan. Sarana, prasarana penunjang kerja dokter gigi di daerah banyak yang belum memadai.

Penyebab masalah gigi sehingga harus dicabut

Adanya kesenjangan pemahaman masyarakat dengan praktisi kesehatan tentang definisi sakit tentang kesehatan gigi. Bagi dokter gigi, kondisi gigi sedikit berlubang, gejala perubahan warna gigi, sudah menunjukkan ke arah karies. Sedangkan anggapan masyarakat itu, sakit gigi ketika gigi sudah merasa sakit dan berdenyut-denyut, padahal sebetulnya kondisi gigi sudah parah dan tak bisa diselamatkan.

Dimulai dari kebiasaan buruk merawat gigi dan mulut, waktu menyikat gigi yang belum tepat, kebiasaan rutin 6 bulan sekali ke dokter gigi yang masih rendah.

Dari tabel komparasi pengalaman gigi berlubang pada kelompok usia sesuai standar WHO bisa dilihat, usia 5-6 tahun yang status giginya masih gigi susu ditemukan gigi berlubang sebanyak 8,43 atau 9 gigi berlubang. Masalah terbesar gigi anak yaitu gigi karies, dan hanya 7% anak Indonesia usia 5-6 tahun yang bebas karies seperti ketiga anak saya. Saya juga pernah menuliskan tips mengajarkan sikat gigi ke anak. *uhuk

Target bebas gigi karies masih jauh dari target WHO dan FDI di 22 tahun lalu. Kemudian usia 12 tahun jumlah gigi tanggal cenderung menurun rata-rata 0,05%, lalu jumlah gigi lepas cenderung naik menjadi 1,7% di usia 15 tahun, 35 sampai 44 tahun. Puncaknya usia 65 tahun keatas, rata-rata hampir 11 giginya copot.

Pengaruh gigi tanggal pada kualitas hidup

Bila gigi banyak yang tanggal, maka saat lansia fungsi pengunyahan terganggu, akibatnya kerja saluran penceraan semakin berat, fungsi penyerapan makanan juga terganggu. Percaya diri menurun, otot wajah juga makin turun dan nampak terlihat lebih tua.

Cara Maudy Koesnaedy merawat gigi


Di usia 46 tahun penampilan mba Maudy banyak mencari perhatian netizen, lantaran mampu mempertahankan badan proporsional, wajah terlihat awet muda, dan senyum manis berkat gigi yang rapi.

Ternyata dari kecil Mba Maudy sudah terbiasa diajak mama ke dokter gigi dan merawat gigi. Mba Maudy juga menyadari bahwa masalah gigi berpengaruh pada kesehatan tubuh. Waktu cek ke dokter THT ada masalah sinus terus ditanyai tentang apakah ada masalah gigi, darisitu baru sadar ternyata pengaruh kesehatan gigi itu besar untuk kesehatan tubuh.

Kebiasaan merawat gigi sebelum pandemi

Kebiasaan merawat gigi Mba Maudy ini bisa dibilang udah cukup bagus dari kecil sehingga giginya masih terlihat bagus sampai sekarang karena memang dirawat terus.

Berikut kebiasaan Mba Maudy merawat gigi cantiknya:

✔ Rutin menyikat gigi dua kali sehari pada pagi dan malam sebelum tidur.
✔ Sering berkumur dengan obat kumur
✔ Rutin check up ke dokter gigi
✔ Menghindari makan makanan yang terlalu panas lalu dingin
✔ Ke lokasi syuting bawa sikat gigi, habis makan sikat gigi untuk menghindari makanan yang masih nyangkut di gigi.
✔ Sempat pakai kawat gigi saat kecil dan dewasa 2 kali, problemya gigi gingsul dan diambil 4 gigi (2 gigi atas dan 2 gigi bawah).

Apakah ada perbedaan kebiasaan ke dokter gigi selama pandemi

Waktu ditanya, apakah ada perbedaan kebiasaan cek ke dokter gigi selama pandemi mba Maudy lugas menjawab, “Jelas berbeda, aku ngga berani ke dokter gigi selama pandemi”.

Makanya berupaya semaksimal mungkin merawat gigi di rumah dengan cara lebih lama menyikat gigi sambil dinikmati.
Aku jadi inget waktu masih memakai kawat gigi, waktu itu mau sikat gigi itu agak susah.
Dokter bilang, sikat gigi itu jangan buru-buru, santai aja sambil dengerin musik terus keliling-keliling.
Berkumur lebih sering, karena selama pandemi anjurannya harus sering berkumur.
Memakai peralatan untuk membersihkan gigi seperti dental floss.
Memang tak sekinclong seperti membersihkan karang gigi di dokter gigi, tapi dengan upaya-upaya di atas setidaknya bisa meminimalisir masalah gigi.

Jangan Tunggu Sakit Gigi, #KonsultasiGigiSekarang Gratis di Tanya Dokter Gigi Pepsodent

Ada good news untuk Teman KeluargaMulyana yang ingin ke dokter gigi selama pandemi, tapi masih ragu dan takut seperti Mba Maudy.
Teman KeluargaMulyana bisa memanfaatkan fasilitas Tanya Dokter Gigi Pepsodent di nomor WhatsApp: 0878-8876-8880.

Yuk Konsultasi gigi ke Tanya Dokter Gigi Pepsodent, jangan tunggu sampai sakit gigi

Sampai sekarang tercatat sudah 21.488 sesi layanan diberikan, dengan tingkat kepuasan yang sangat baik.
Mba Maudy juga sudah coba memanfaatkan Tanya Dokter Gigi Pepsodent dan sangat membantu untuk cek gigi dari rumah.
Bila perlu tindakan dokter, tinggal datang ke dokter gigi yang sesuai lokasi yang disarankan.
Meskipun melalui WhatsApp Video Call terjamin kerahasiaan pasien.

Selama 1 April hingga 30 Juni 2022, konsultasi akan diberikan oleh ribuan dokter gigi dari 100 PDGI cabang. Secara khusus, 23 PDGI cabang juga akan memberikan edukasi dan tindakan perawatan kepada masyarakat.
Sebanyak 300 orang “Pepsodentist”, yaitu relawan dokter gigi swasta di seluruh penjuru Indonesia yang akan ditampilkan dalam Dentist Locator di situs Tanya Pepsodent juga akan ikut berpartisipasi.

Para “Pepsodentist” bahkan berkomitmen memberikan perawatan pembersihan karang gigi ringan dalam jumlah terbatas kepada masyarakat.

Cara konsultasi online gratis di Tanya Dokter Gigi Pepsodent

Saya sudah mencoba konsultasi via WhatsApp dengan cara scan QR Code yang ada di belakang kemasan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang Terbaru. Yuk segera coba konsul juga

Konsultasi Online dengan Dokter Gigi tersedia setiap hari dari pukul 09.00 – 21.00, diluar jam tersebut akan dijawab secara otomatis oleh robot penjawab DigiDentist melalui WhatsApp Tanya Dokter Gigi by Pepsodent atau Website Tanya Pepsodent. Syaratnya sudah berusia 18 tahun keatas, jika dibawah 18 tahun bisa didampingi wali atau orang tuanya.

Kirimkan data diri Teman KeluargaMulyana untuk mendapatkan rekomendasi terkait kesehatan gigi, mulut, dan gusi dari Dokter Gigi professional. Pastikan infonya sesuai kondisi gigi yang kalian alami.

WhatsApp Tanya Dokter Gigi by Pepsodent punya opsi konsultasi yaitu konsultasi melalui chat atau video call.
Format konsultasi dapat disesuaikan sesuai kebutuhan konsultasi berdasarkan persetujuan antara dokter dengan pasien dan ketersediaan layanan.

Teman KeluargaMulyana akan dihubungkan dengan Dokter Gigi professional untuk melakukan konsultasi online. Waktu menunggu paling lama diperkirakan kurang lebih 15 menit.
Di akhir sesi konsultasi, kalian akan mendapatkan rekomendasi dari Dokter Gigi professional.

Pepsodent pencegah gigi berlubang kemasan baru

Pepsodent juga meluncurkan kemasan baru Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang kemasan baru yang dilengkapi dengan QR code untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas untuk mewujudkan Senyum Indonesia, Senyum Pepsodent.

Cara konsultasi ke dokter gigi dengan scan QR code pepsodent

Cukup dengan memindai QR code yang ada di bagian belakang kemasan Pepsodent Pencegah Gigi Berlubang terbaru, Teman akan langsung mengakses layanan teledentistry “Tanya Dokter Gigi Pepsodent” kapanpun dan dimanapun dibutuhkan. Praktis kann..

Nahh.. sekarang Teman KeluargaMulyana tak perlu cemas dan ngga pakai alasan mager lagi konsultasi ke dokter gigi, tinggal manfaatkan layanan teledentistry “Tanya Dokter Gigi by Pepsodent” 👍🏻

30 Replies to “Konsultasi Gigi Sekarang Gratis, Jangan Tunggu Sakit Gigi”

  1. Rata rata usia 65 tahun sudah kehilangan 11 gigi itu teryata sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang ya mba. Makanya, edukasi untuk jaga ksehatan gigi dan mulut harus kita giatkan dari sekarang ya

    1. betul mbaa, siapa sih yang ngga pengen punya gigi bagus waktu lansia.
      Biar bisa tetep makan enak.
      Jadi inget cerita nenek Gam Ri yang seneng banget bisa implan biar bisa makan cumi-cumi kesukaannya sebelum pergi 🙁

  2. Nah, bener nih janga nunggu sakit gigi dulu baru ke dokter gigi soalnya orang kita biasanya gitukan. Kalau aku pribadi memang selalu kontrol gigi secara berkala, biar langsung ditangani kalau memang ada yang berlubang.

  3. Sejak pandemi banyak yg menunda ke dokter gigi, soalnya dibatasi banget sih ya pasiennya kalau gak urgent banget jadi menunda.
    Untuk konsultasi gigi sekarang bisa online lebih praktis ya,jadi bisa tanya apa aja yang berkaitan dengan kesehatan gigi & mulut.
    Bagus juga ya Pepsodent punya layanan Teledentistry untuk masyarakat

  4. Wah inovatif banget ya Teledentistry ini
    Konsultasi gigi secara online, emang paling pas buat pandemi seperti ini

  5. Kendala Masyarakat kalau hanya cek gigi tanpa ada keluhan sakit adalah dari sisi biaya. Kalau pakai bpjs tidak ada gejala susah dipakai.
    Bagus nih pepsodent membuka layananoinr gratis meski secara jarak jauh ya…

  6. Sekarang layanan teledentist semakin variatif ya pilihannya. Memudahkan banget nih dengan adanya konsultasi online kayak gini. Apalagi urusan gigi dan mulut itu perawatannya mahal

  7. Nggak enak banget kalau lagi sakit gigi apa lagi kalau biayanya juga lumayan mahal. Alhamdulillah aku udah cabut gigi yang menganggu

  8. seneng banget ada teledentistry yang memberikan fasilitas konsultasi gigi gratis dari Pepsodent

  9. Kampanye yang luar biasa..
    Senang sekali kini ada layanan gratis untuk konsultasi kesehatan gigi. Pandemi ini memang banyak orang jadi mengenyampingkan kesehatan gigi.

  10. Damar Aisyah says: Balas

    Terakhir kali periksa gigi, sekitar sebulan yang lalu, semua wajib antigen dl. Akhirnya banyak yg batal, Untungnya anak-anakku mau di antigen sebelum periksa. Emang kalau situasi begini amannya online sih, aman buat kita, aman juga buat nakes. Untungnya Pepsodent bisa memfasilitasi, kapan2 harus dicobain nih.

Tinggalkan Balasan