Ajak anak puasa magrib ternyata mudah meski tanpa reward

mengajarkan anak puasa sejak umur berapa

Tahun ini pertama kalinya saya ajak anak serius untuk menjalankan rukun islam keempat. Sebetulnya sudah saya ingin ajarkan mulai kakak kelas 1 Sekolah Dasar, tapi ayahnya tak setuju karena kasihan melihat badan kakak sudah kurus, kalau harus ikut berpuasa pasti berat badannya makin menyusut. Memang perawakan kakak ini kurus, tapi sebetulnya porsi makannya lumayan, asalkan jadwal makan dan ngemilnya rutin. Syukurlah minggu pertama puasa kakak tahun ini lancar sampai magrib, meskipun sempat tergoda melihat adiknya yang sudah buka duluan usai adzan zuhur. 😀

Pertama kali mengajak anak puasa langsung sampai magrib

Setelah seminggu berpuasa saya merasakan ada beberapa hal yang bisa membuat kakak bertahan untuk tetap puasa sampai beduk magrib tiba, antara lain:

Memberi pemahaman pentingnya puasa

Memasuki bulan ramadan saya sempat beberapa kali sounding bahwa kakak harus sudah mulai puasa karena usianya sudah delapan tahun. Sebagai orang islam wajib berpuasa di bulan ramadan. Dengan menunaikan ibadah puasa, maka kakak juga menunaikan rukun islam yang keempat.

Selain itu, saya juga edukasi bahwa organ di dalam tubuh butuh istirahat agar tak terus menerus bekerja. Manusia bisa bilang capek, kalau organ dalam tubuh kan tidak bisa protes. Melalui kegiatan puasa organ tubuh bisa istirahat sejenak, membuang lemak, dan racun di dalam tubuh agar tubuh makin sehat.

Dengan pengertian ilmiah seperti ini akan membuat anak berpikir, bahwa puasa tak hanya sekadar kegiatan formalitas, akan tetapi punya banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Berada di lingkungan semangat berpuasa

Setelah dijalani seminggu, alhamdulillah tak ada yang bolong, meski masih agak sulit dibangunkan santap sahur. Setelah saya ajak ngobrol teman-temannya di sekolah, ternyata teman-teman sekelasnya juga pada puasa.

“Waktu jam istirahat teman-temanmu biasanya pada ngapain?”
“Cuma duduk-duduk, sama bobo-bobo di kelas”

Berarti anak-anak emang beneran puasa semua, batin saya. Hihi

Didukung pula dengan semangat puasa teman-teman di tempat mengaji. Berada di lingkungan teman yang juga sedang puasa sangat berpengaruh membangkitkan semangat berpuasa. Sehingga ia akan merasa malu bila ketahuan temannya tak berpuasa.

Adanya buku kegiatan ramadan dari sekolah membantu sekali anak belajar berpuasa dan ibadah selama puasa

Adanya buku kegiatan ramadan membuat kakak makin semangat- berkegiatan menjalankan ibadah.

Mengapresiasi ketika kakak berhasil puasa magrib

Orang dewasa saja senang diberi apresiasi atas apa yang ia sudah lakukan, apalagi anak-anak. Sekecil apa pun hal baik yang dilakukan anak sangat penting untuk diapresiasi, agar si kecil makin termotivasi untuk terus melakukan kebaikan di kemudian hari, ujar psikolog saat sesi pertemuan wali murid di sekolah.

Kebiasaan yang sudah melekat selama ini, yaitu memberi apresiasi ketika anak berhasil memenangkan lomba, berhasil mendapatkan nilai bagus, berhasil menjalankan puasa sebulan penuh.

Tapi tahukah Teman KeluargaMulyana? Apresiasi tak melulu dengan hadiah atau uang, apresiasi bisa ditunjukkan dengan cara memberi pujian anak setiap hari saat berhasil puasa magrib. Bisa juga dengan menyajikan menu buka puasa favorit anak.

Tidak setuju memberikan reward ketika anak berpuasa

Saya termasuk orang tua yang tak setuju memberi reward atau hadiah anak ketika ia berhasil puasa. Alasannya karena puasa adalah kewajiban umat islam yang memang wajib dijalankan. Sama halnya seperti sholat, apakah Teman KeluargaMulyana memberikan hadiah jika si kecil sholat lima waktu?

Baik sholat maupun puasa merupakan rukun islam yang harus dijalankan umat islam. Justru dengan adanya reward, anak akan menjalankan ibadah bukan semata-mata karena ingin memenuhi perintah Allah SWT sebagai umat muslim. Akan tetapi atas dasar agar dapat hadiah karena berhasil mencapai apa yang sudah disyaratkan oleh orang tua.

Lebih baik perbanyak apresiasi berupa pujian dan pelukan ketika anak berhasil menjalankan ibadah di bulan suci ini.

Cara sahabat nabi mendidik anak berpuasa

Pendidikan dan pelatihan puasa sejak dini sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad saw. Para sahabat memiliki metode untuk mendidik anak-anaknya berlatih untuk melaksanakan puasa.

Salah satu cara yang dilakukan oleh para sahabat ialah dengan mengalihkan perhatian anak-anak dengan memberi rekreasi berupa memberikan mainan yang terbuat dari kapas. Simak hadits riwayat Imam Bukhari di bawah ini:

Barangsiapa telah makan atau minum maka hendaknya ia sempurnakan sisa harinya (dengan menahan) dan barangsiapa yang masih berpuasa maka teruskanlah”.

Rubayyi’ berkata:
“Saat itu kami semua berpuasa, dan melatih anak-anak kami berpuasa. Kami membuat mainan dari kapas. Jika salah satu dari mereka menangis meminta makanan, kami memberikan mainan itu hingga datang waktu buka puasa”. (HR Al-Bukhari).

Hadits ini menjelaskan bagaimana para sahabat dalam mendidik dan melatih anaknya berpuasa.

Jika diterjemahkan dalam kegiatan masa kini, hal serupa bisa dilakukan dengan memberikan anak-anak kesibukan yang bermanfaat hingga ia lupa sedang berpuasa. Dengan melakukannya, diniatkan agar anak-anak terbiasa beribadah kepada Allah swt.

Terkait hadits di atas, Syekh Ahmad Al-Qasthalani dalam kitabnya Irsyadus Sari memberi komentar.

Ia berkata: زاد مسلم الصغار ونذهب بهم إلى المسجد وهذا تمرين للصبيان على الطاعات وتعويدهم العبادات Artinya: “Imam Muslim menambahkan kata “anak-anak yang kecil, kami membawa mereka ke masjid dan ini merupakan latihan bagi anak-anak untuk taat dan membiasakan beribadah”. (Al-Qashtalani, Irsyadus Sari, cet 7, [Mesir: Al-Mathbaah al-Kubra al-Amiriyyah], juz III, halaman 395).

Kesimpulannya, pendidikan anak sejak dini untuk membiasakan beribadah termasuk di antaranya puasa telah dilakukan oleh para sahabat Nabi Muhammad saw. Mereka memberikan sesuatu yang dapat mengalihkan rasa lapar dalam berpuasa. Hal itu juga bisa dilakukan di zaman sekarang dengan menyibukkan anak-anak dengan melakukan kegiatan yang positif seperti, membaca, menulis dan mengaji.

Untuk mengisi kegiatan selama puasa, selain mengaji, anak-anak juga suka membantu saya di dapur bikin kue kering untuk dijual lagi. Juga membaca buku cerita di rumah.

Baca juga : Kue kering lebaran 2022

Teman KeluargaMulyana punya cara khusus mengisi waktu puasa anak? Yuk, sharing di komen

Sumber referensi

islam.nu.or.id

Tinggalkan Balasan