Tentang Hamil Anak Kembar

hamil anak kembar

Di postingan kali ini Saya akan cerita tentang kehamilan kedua sekaligus menanggapi berbagai pertanyaan dari teman, tetangga, sodara, ketika tahu Saya sedang hamil anak kembar.

Pertama kali tahu, ada dua janin di Rahim Saya ketika usia kandungan 9 minggu.

Dokter   : Kembar ya ini, kantungnya ada 2. Selamat ya👏
Saya      : Hah ? (kaget, bingung, takut, seneng, campur aduk) 😳
“Soalnya pas USG terakhir belum kelihatan ?”, Tanya Saya. Terakhirkali USG saat usia kandungan 4 minggu.
Dokter  : Belum kelihatan mungkin

Reaksi suami saat itu terlihat jelas seneng banget. 

“Aku udah nebak, pasti hamil anak kembar dan ternyata bener”, celetuk suami.

Baca juga : Rejeki Yang Tidak Terduga

Mertua memang kembar, tapi Saya tidak pernah menyangka akan mengalami hal serupa. Yah namanya juga rejeki dari yang diatas, siapa juga yang tahu.

Di awal kehamilan kedua, Saya masih menyusui Kimika. Jadi bisa dibayangkan asupan yang Saya makan dibagi empat orang (Saya, Kimika, dan dua adiknya). Untungnya ASI masih keluar, meski tidak banyak. Tetapi lama kelamaan rasanya badan jadi lemes, gampang capek juga. Kimika juga marah-marah saat menyusu, mungkin ASI yang keluar sedikit. Dengan berat hati, Kimika disapih saat umur 19 bulan 😔.

Kenaikan berat badan Saya juga tidak terlampau banyak, kira-kira bertambah 10 kg. Malah Saya terlihat lebih kurus, hanya saja lebih besar di bagian perut. 

Syukurlah selama hamil anak kembar, Saya dan janin dalam kondisi sehat. Hanya ada sedikit perbedaan dibandingkan kehamilan pertama :
😔 Memasuki trisemester kedua, di bagian perut terlihat stretch marks. Walaupun dari awal kelahiran sudah rutin diolesi minyak zaitun. 
😵Susah buang air besar. Saya sampai takut makan nasi dalam porsi banyak, yang berimbas ke berat badan janin. Dokter menyarankan harus sering makan es krim yang tujuannya untuk mengejar berat badan janin.
😓Keputihan yang tidak berkesudahan, meski tiap hari pakai sabun kewanitaan.
😕Jelas perut terlihat lebih besar. Supaya janin tetap dalam posisi yang aman, Saya pakaikan maternity belt ketika berpergian serta berkendara.
👣Gampang lelah. Nggak kuat berdiri atau jalan kaki kelamaan. Kram kaki sudah jadi makanan sehari-hari.
👃Nafas sering ngos-ngosan terutama setelah jalan kaki. Fiuhh…

Kurang lebihnya seperti itu.
Saatnya menjawab rasa penasaran yang udah ditanyakan ke Saya 😄.

hamil anak kembar
Penampakan perut seminggu sebelum melahirkan :p

Baca juga : Sehat dan Cantik Saat Hamil Bersama Mandasia Bodycare

“Kok bisa hamil anak kembar, ada keturunan ya ?”

Iya, mertua Saya anak kembar.

“Kembarnya inseminasi atau alami ?”

Terus terang, punya anak kembar tidak pernah terlintas sedikit pun di pikiran. Selama hamil, Saya diliputi rasa cemas. Takut tidak bisa melahirkan secara normal (maklum anak pertama dulu, dilahirkan dengan cara normal).
Terlebih mendengar jawaban dokter, jika beliau belum pernah menangani persalinan normal bayi kembar, di rumah sakit tempat Saya bersalin. Dokter menjelaskan, yang menentukan nanti adalah posisi janin saat akan dilahirkan. Jika posisi kepala dua janin berada di bawah, kemungkinan masih bisa dilakukan persalinan normal. Jika salah satu janin saja posisinya melintang ataupun sungsang, maka harus dilakukan sectio caesarea.

Saking takutnya menghadapi persalinan, Saya banyak cari info tentang melahirkan bayi kembar secara normal. Kebanyakan ibu-ibu yang berhasil melahirkan normal bayi kembar, bertempat di bidan. Prosentasenya juga kecil.
Saya cari tahu bidan berpengalaman yang sudah pernah menangani persalinan bayi kembar. Sempat konsultasi juga ke bidan, tetapi suami kurang setuju jika Saya melahirkan di bidan, mengingat risikonya lebih besar dibandingkan melahirkan janin tunggal serta pertimbangan dari segi kelengkapan fasilitas semisal terjadi kondisi darurat.

Karena Saya ngotot pengen melahirkan di bidan, sering banget kita uring-uringan gara-gara masalah ini  😥

Baca juga : First Experience : Melahirkan di RS. Husada Utama Surabaya

“Gimana caranya punya anak kembar ?”

Saya sendiri juga nggak tahu gimana caranya dan memang tidak ada program sama sekali. *Maap tidak menjawab pertanyaan kalian*

Tapi Saya punya beberapa hipotesa tersendiri dari hasil googling sih 😁.
💑 Carilah pasangan yang mempunyai turunan kembar. Bisa dari calon suami maupun calon Istri.
📄Program bayi kembar. Untuk lebih detailnya kalian bisa konsultasi dengan dokter SpOG yang bisa menangani program fertilasi.
💪Hidup sehat. Jaga asupan makanan dan minuman, olahraga, cukup istirahat. Batasi jajan di luar, perbanyak sayur dan buah.
🤔Jangan terlalu dipikirin, apalagi sampai stress. Biasa aja lah!
👍Sisanya serahkan kepada Tuhan yang Maha Menentukan.

“Makan apa supaya punya anak kembar ?”

Pastinya masih makan nasi putih kok. Perbanyak makan masakan sendiri dan jarang jajan di luar. Begitu juga dengan minuman, Saya lebih suka minuman hangat dan air putih ketimbang es yang manis-manis. Saya juga tidak konsumsi minuman bersoda. Sebelum hamil anak kedua, Saya usahakan konsumsi buah dan sayur tiap hari.

Baca juga : Camilan Favorit Selama Menyusui

Semoga menjawab rasa penasaran kalian yaa. Yang mau nanya-nanya boleh banget, ninggalin komen di bawah 😁.

20 Replies to “Tentang Hamil Anak Kembar”

  1. Mbak Fani… Baru baca nih aku. Ternyata dari suami ya turunan kembarnya. Rasanya pasti campur aduk banget lah yaa pas tau pertama kali. Hihihi. Selamat ya, Mbak.
    Btw sudah ada tulisan ttg melahirkan si kembar belum ya?

Tinggalkan Balasan