Berkah Ramadan 1445 H #KEBerbagiCeritaRamadan

berkah ramadan

Alhamdulillah ramadan kembali hadir. Yang saya suka dari suasana bulan puasa tahun 2024 ini adalah cuacanya. Setelah kemarau berkepanjangan, akhirnya musim hujan kembali datang. Jika bulan puasa identik dengan cuaca ekstrim, sebetulnya bulan puasa tahun ini pun juga sama. Sebab hawa panas masih juga datang, akan tetapi mayoritas suasananya mendung sendu romatis sambil diiringi lagunya Maliq & d’essential. MasyaAllah.. tahu aja Allah SWT kasih nikmat mendung di kala harus antar jemput tiga bocil di tengah siang bolong.

Kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam sebuah kesederhanaan

Bahagia itu sederhana. Dikasih cuaca mendung dan sejuk waktu puasa itu berkahnya luar biasa, terutama buat Teman KeluargaMulyana yang kerjanya mayoritas di lapangan. Anak-anak pun jadi ngga begitu mengeluh saat belajar berpuasa karena hawanya adem ayem bikin ngantuk terus. Hehe

Selain dikasih cuaca mendung saat puasa, alhamdulillah saya dikasih kesempatan istimewa di tahun ini yang ngga saya dapatkan di bulan puasa tujuh tahun belakangan ini. Berikut keistimewaan yang saya dapatkan di minggu pertama ramadan 1445 H.

Sholat tarawih berjamaah di masjid dan musala

Alhamdulillah bisa merasakan nyaman sholat tarawih

Sejak punya anak pertama, ditambah kedua, dan ketiga saya jadi sulit menunaikan sholat tarawih di masjid. Alasannya karena saya tak ingin mengganggu jamaah lainnya, dan tak ingin kekhusyukan sholat berkurang karena anak-anak berisik atau jalan kesana-kemari.

Sebab saya pun tak suka melihat ada jamaah yang bawa anaknya tapi berisik dan jalan kesana kemari. Lebih baik sholat di rumah saja agar tak mendholimi jamaah lainnya yang ingin ibadah khusyuk.

Karena usia anak-anak sudah dirasa cukup siap diajak sholat jama’ah di tempat ibadah, akhirnya kami pun mengajak mereka tarawih. Tentu dengan briefing sebelum berangkat.

Apakah anak-anak tenang selama tarawih?

Alhamdulillah, mayoritas cukup tenang dan mau ikut sholat sampai akhir. Meskipun ada kalanya capek mau istirahat, kebelet pipis, lihatin teman depannya yang main hape, naik turun tangga, tapi syukurlah seringkali tiga bocils mau ikutin emaknya sampai selesai sholat witir.

Justru anak-anak kurang khusyuk ketika sholat di musala dekat rumah, sebab sholatnya terpisah sama saya yang ada di lantai bawah. Bocils lebih milih sholat di lantai atas bersama teman sebayanya. Udah bisa dipastikan kalau kumpul teman sebayanya lebih banyak mainnya daripada sholatnya. Terlebih jumlah rakaat di musala dekat rumah ada 23 raka’at.

Makanya saya lebih suka cari sholat di musala atau masjid yang hanya 11 raka’at, dengan suhu yang dingin karena berAC, dan jamaah yang tak begitu banyak. Dengan begini anak-anak merasa nyaman dan tak begitu capek ngikutin emaknya sholat.

Bertemu kawan lama yang sudah 10 tahun lebih tak bertemu

Salah seorang teman semasa di sekolah dasar tiba-tiba kirim pesan di WhatsApp. “Yok, buka puasa bareng”. Wah, tumben-tumbenan WhatsApp teman saya ini ngajakin. Karena tak tiap tahun dia ngajakin ketemuan dan buka bersama karena ia tinggal di luar kota. Sedangkan kami, mayoritas masih di Surabaya.

Alhamdulillah bisa sillaturahmi dengan kawan SD. Awett ya sobatan kita. Hehe

Tanpa pikir panjang saya iya-kan saja. “Enaknya dimana ya Fan?” Seketika itu saya langsung hunting tempat makan nyaman `nan ramah anak disekitaran Surabaya Timur. Ketemulah salah satu resto yang cukup estetik di Nginden, yang lokasinya masih dekat sama rumah dan di seberang masjid. “Pas nih!”

Bocils bisa main, emak-emaknya pun lancar sholat jamaah di masjid tanpa perlu antri sempit-sempitan sholat bergantian. Seru dengerin cerita pengalaman teman yang beraneka ragam. Ada yang makin syari’i fokus jadi ibu rumah tangga karena ngga boleh kerja sama suami, ada yang baru mutasi ke Surabaya setelah beberapa tahun rela LDRan sama suami, ada yang mutasi ke Surabaya dan nerusin profesi papanya. Terakhir bertemu, kami masih gadis. Sedangkan sekarang sudah pada jadi emak-emak yang suka ribet sama anak masing-masing. Waktu cepat berlalu. Huhu

Sekalian saya kenalin kue kering cokelat sereal yang saya bikin dan jual. Eh, sekalian jadi oleh-oleh kawan saya yang malamnya harus pulang naik kereta tengah malam. Memang bener adanya sillaturahmi membawa rezeki, selain bawa kebahagiaan. Hehe..

Berkah ngeblog itu masih ada

Semangat ngeblog di awal tahun 2024 ini menurun, setelah tahun lalu ikut challenge blogger travelling yang wajib update blog seminggu dua kali. Berkat ikut challenge menulis itu blog saya jadi lumayan banyak postingan, meskipun job makin menurun terlebih sejak seruan boikot produk pendukung Israel.

Alhamdulillah bisa sillaturahmi dengan teman blogger Surabaya di awal tahun 2024, semoga jadi pembuka jalan rezeki blogger lainnya. Aamiin..

Lha kok, rezeki awal tahun ini dibuka dengan iftar bareng ASUS setelah sekian lama ngga ada acara offline blogger. Setelah sekian lama merk laptop asal Taiwan ini tak mampir ke Surabaya, kurang lebih sembilan tahun lamanya. Mudah-mudahan jadi awal baik untuk saya khususnya agar semangat update blog lagi. Aaamiin Ya Rabbalallamin..

Tak ada yang lebih menyenangkan sillaturahmi dengan teman blogger karena lama tak jumpa. Energinya dan semangatnya menular. Bikin ngga mager lagi. Mudah-mudahan KEB bisa ngadain acara di Surabaya tahun ini.

Berkah ramadan nyata adanya, MasyaAllah Tabarakallah. Semoga Teman KeluargaMulyana diberi kemudahan, kelancaran, dan kesehatan mengejar ibadah di bulan penuh berkah ini. Amiinin kencengg..

Tinggalkan Balasan