Belajar mengelola sampah yang fun di Sekolah.mu

pendidikan mengelola sampah untuk anak

Belajar mengelola sampah yang fun di kelas digital Sekolah.mu dan Danone Aqua – Sudah sejauh mana teman keluargamulyana mengajarkan tentang “Sampah” pada anak-anak atau adik-adik kalian? Apakah sudah konsisten menerapkan buang sampah pada tempatnya? Apakah sudah mulai belajar memilah sampah sesuai jenisnya? Apakah sedang mencoba meminimalisir sampah? Atau malah sudah mulai mengelola sampah menjadi barang bermanfaat seperti kompos untuk tanaman? Apapun pencapaiannya, mengajarkan tanggung jawab pada sampah yang dihasilkan merupakan tanggung jawab yang kudu orang tua prioritaskan untuk keselamatan bumi di masa depan.

Berhubung sekarang anak-anak masih sekolah daring di rumah, sekarang saatnya mengenalkan pentingnya bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan di rumah dengan cara yang fun. Supaya anak makin semangat belajarnya.

Belajar mengelola sampah dari rumah

Sebetulnya banyak kegiatan mengelola sampah di rumah, tapi kadang orang tua bingung harus mulai dari mana. Namanya anak-anak juga gampang bosen, kalo kegiatannya monoton.

Di sisi lain, isu tentang sampah tetap menjadi problem yang masih susah ditangani sampai sekarang. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat limbah medis selama pandemi diperkirakan naik 30% dibandingkan saat normal.

Kegiatan mengelola sampah ini butuh praktek bukan hanya wacana saja. Sekolah butuh kerjasama orang tua agar tujuan mengelola sampah berhasil.

Memang selama pandemi, beberapa kali kakak dimintai laporan kegiatan di rumah seperti foto membuang sampah pada tempatnya. Menurut saya buang sampah pada tempatnya, sebetulnya belum cukup untuk menyadarkan anak mengelola sampah yang ia hasilkan. Butuh usaha ekstra agar budaya meminimalisir sampah bisa terus berjalan.

Modul Sampahku Tanggung Jawabku

Menyadari pentingnya belajar mengelola sampah itu ngga boleh berhenti meskipun dari rumah. Makanya Danone Aqua dan sekolah.mu membuat modul e-learning interaktif Sampahku Tanggung Jawabku.

pendidikan lingkungan anak SD dan PAUD

Modul Sampahku Tanggung Jawabku sebetulnya sudah ada sejak tahun 2019 lalu dalam bentuk buku. Bedanya di tahun 2021, modul dibuat menjadi e-learning interaktif menyesuaikan kebijakan pemerintah yang masih menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai sekarang. Sehingga anak-anak bisa mengakses modul Sampahku Tanggung Jawabku mandiri di rumah masing-masing.

Tujuannya sebagai wujud komitmen Danone Aqua untuk terus mengedukasi masyarakat dan generasi milenial lewat gerakan Bijak Berplastik guna mendukung pencapaian tujuan pemerintah lewat program Indonesia Bersih di tahun 2025.

Meski pandemi, pendidikan lingkungan anak ngga boleh berhenti. Berusaha menghadirkan modul Sampahku Tanggung Jawabku ke dalam format digital yang lebih menarik, Danone Aqua berkolaborasi dengan Sekolah.mu agar semua anak Indonesia bisa mengakses langsung secara gratis.


Intan Ayu Kartika, Danone Aqua Brand Director

Sekolah.mu sangat menyambut baik ajakan kolaborasi Danone Aqua sebab satu visi dan misi. Perlu didukung kebiasaan dan teladan dari orang tua untuk menentukan keefektifan program pengelolaan sampah agar terus menjadi kebiasaan baik generasi penerus kelak.


Najeela Shihab, Founder Sekolah.mu

Tak hanya sekadar merdeka belajar, tapi juga merdeka berkarya, sebab hasil akhir modul e-learning Sampahku Tanggung Jawabku nantinya bisa dilihat anak-anak lainnya, sehingga memicu semangat dan inspirasi untuk kemajuan pendidikan lingkungan anak.

Pendidikan lingkungan anak digital Sampahku Tanggung Jawabku juga bisa membantu mengisi durasi belajar dan menjadi sumber pembelajaran yang sebelumnya belum pernah didapatkan oleh siswa dan guru di sekolah.

Apa saja yang dipelajari dalam modul Sampahku Tanggung Jawabku?

Anak-anak bisa mendapat materi belajar berupa video, buku cerita, aktivitas interaktif dan banyak panduan mengelola sampah. Asyiknya bisa diakses selamanya, ngga ada batas waktu. Jadi sewaktu-waktu ingin ikut lagi bisa.

pendidikan lingkungan anak SD PAUD

Berikut fokus pembelajaran di kelas online Sampahku Tanggung Jawabku

  • Anak diajak untuk memahami berbagai jenis sampah.
  • Anak bisa memperkirakan dampak yang diakibatkan oleh berbagai jenis sampah.
  • Anak terbiasa membuang sampah pada tempatnya sesuai jenis sampahnya.
  • Anak faham cara mengelola sampah untuk mengurangi jumlah dan dampak sampah bagi lingkungan.

Di akhir program anak-anak diminta melakukan aksi nyata dan mempraktikkan langsung materi yang sudah didapatkan, sebagai bukti anak sudah faham materi Sampahku Tanggung Jawabku.

Anak diminta membuat biopori dan diminta menceritakan bagaimana proses pembuatannya. Seluruh aksi dan karya anak akan terdokumentasi dalam portofolio. Sekarang portofolio ini penting dan dipertimbangkan oleh institusi pendidikan. Selain itu, setelah berhasil menyelesaikan seluruh program, anak juga mendapat sertifikat sebagai bukti keikutsertaan dalam program ini.

Pembelajaran digital Sampahku Tanggung Jawabku untuk sekarang terbagi menjadi dua jenjang dikhususkan untuk jenjang usia

Sekolah PAUD hingga kelas 3 SD
PAUD TK A, PAUD TK B, kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 SD.

Sekolah Dasar kelas 4 hingga kelas 6
Kelas 4, kelas 5, kelas 6 SD

Sampai sekarang sudah 97 guru mengikuti pelatihan tentang modul e-learning Sampahku Tanggung Jawabku. Sebanyak 153 sekolah PAUD, 125 SD yang sudah mengakses modul digital Sampahku Tanggung Jawabku.

Saya lihat di ulasan, sebanyak 1627 peserta, 805 peserta diantaranya sudah memberi ulasan tentang kesan mengikuti kelas digital Sampahku Tanggung Jawabku Sekolah Dasar (SD). Rata-rata memberi kesan baik terhadap modul interaktif ini, dibuktikan dengan sebanyak 767 peserta memberikan bintang 5.

Sedangkan ulasan pada jenjang sekolah PAUD, sebanyak 1936 peserta, 619 diantaranya memberi bintang 5. Rata-rata juga memberi kesan positif terhadap program Sampahku Tanggung Jawabku.

Bagaimana cara mengakses modul digital Sampahku Tanggung Jawabku?

Bisa diakses melalui browser maupun aplikasi sekolah.mu.

Cara akses di aplikasi sekolahmu

– Unduh aplikasi sekolahmu di playstore maupun app store
– Daftar dengan email dan verifikasi.
– Masukkan asal sekolah. Bila sekolah ngga ada di daftar, bisa ditambahkan.
– Langsung bisa mengikuti kelas online Sampahku Tanggung Jawabku.

Cara akses lewat browser

Silahkan klik tautan di bawah ini

Untuk sekolah PAUD sampai SD kelas 3
https://www.sekolah.mu/program/sampahku-tanggung-jawabku-paud

Bagi SD kelas 4 sampai kelas 6
https://www.sekolah.mu/program/sampahku-tanggung-jawabku-sd

Yuk isi waktu luang anak di rumah dengan ikut kegiatan seru mengenal cara mengelola sampah di Sekolahmu.

26 Replies to “Belajar mengelola sampah yang fun di Sekolah.mu”

  1. Salut sama Danone, programnya selalu bagus bagus. Ini bisa jadi materi PAUD, TK dan SD ya mbk. Menarik sekali, apalagi ini tentang sampah.

  2. Oh.. ternyata Sekolah.mu ini insiasi dari Najeela Shihab dan Danone to Mak? Infonya pernah bersliweran beberapa kali di linimasa media sosial saya tapi nggak begitu ngeh apa aja program-programnya. Bagus juga nih inisiatif pembuatan e-learning seputar pengolahan sampah. Memang sebaiknya pendidikan penjagaan lingkungan seperti ini dimulai sejak dini ya Mak 😀

    1. Sekarang udah jelas kan yaa..
      Dicoba ikut programnya yukk

  3. Eh ini keren banget loh mbak, soalnya masalah sampah ini butuh perhatian banget khususnya untuk diajarkan kepada anak-anak di sekolah. Selama ini seingat saya belum ada materi khusus tentang sampah di sekolah padahal itu tuh butuh banget kan
    Makasih sharingnya mbak, saya jadi tahu donk kalau ada modul belajar online ini

  4. Ntr aku mau coba install dulu mba. Penting sih sedari awal ngenalin anak2 ttg sampah, setidaknya memisahkan sampah organik dan sampah non organik deh.

    Tiap kali aku ajak ke negara2 di mana sampahnya bener2 di atur berdasarkan organik, non organik dan plastik/botol, si Kaka selalu nanya, kenapa sampah di negara2 itu dipisah, dan ga boleh sedikitpun. Krn ada denda yg besar kalo sampe kita membuang sampah organik di tempat non organik misalnya. Makanya hrs hati2. Aku jelasin ke anakku msh sebatas pemisahannya aja sih. Blm sampe cara mengolah sampahnya :D.

    Semoga di aplikasi ini bisa lebih jelas lagi

Tinggalkan Balasan