PRUCinta : Bukti Cinta Nyata untuk Keluarga

asuransi jiwa syariah

Asuransi jiwa syariah prudential Indonesia PRUCinta – Ditinggal orang-orang yang dicintai mendadak merupakan suatu hal yang menyedihkan. Ngga ada angin, ngga ada hujan, tiba-tiba datang bagai tersambar petir. Beberapa waktu lalu berita duka datang dari penyanyi hits Indonesia Bunga Citra Lestari. Rajin olahraga, menjaga pola hidup sehat tak menjamin seseorang akan berumur panjang. Suami BCL tutup usia di umur yang masih produktif 40 tahun, prosesnya begitu cepat, tanpa ada sakit sebelumnya.

Ngga usah jauh-jauh seleb, kejadian serupa juga dialami saudara saya sendiri. Meninggal di usia sekitar 40 tahun an karena kecelakaan tunggal. Yang membuat saya sedih, beliau meninggalkan 5 anak yang masih kecil. Paling kecil se usia anak saya, 3 tahun.

Saya berpikir, gimana nanti nasib anak-anak nya? Apa yang ditinggalkan ayah nya sudah cukup untuk membiayai keberlangsungan hidupnya pasca ayah meninggal? Minimal sudah punya asuransi jiwa.

Apa yang sudah dipersiapkan bila tutup usia?

Pertanyaan di atas ditanyakan MC di acara peluncuran PRU Cinta di Surabaya. Ngomongin tentang kematian emang sesuatu yang agak nyeremin. Jelas semua manusia pasti akan meninggal dunia. Yang membedakan adalah kesiapan untuk menghadapinya. Mulai dari bekal amalan yang cukup dan kesiapan finansial untuk keluarga yang ditinggalkan.

Peserta ada yang jawab legacy, ada yang jawab belum tau, banyak yang terdiam seperti saya. Kemudian kami menonton video tentang tanggapan banyak orang menjawab pertanyaan di atas.

Jawabannya beragam, ada yang bilang belum kepikiran dan belum siap, ada yang jawab pakai tabungan, ada yang bilang sudah menyiapkan saham. Nonton videonya membuat saya mikir panjang ke depan.

Pertanyaan selanjutnya, apakah semua itu sudah cukup untuk membiayai minimal keluarga ketika ditinggalkan?

Jangan lupa, tiap tahunnya pasti ada inflasi sekitar 3-5 %. Biaya sekolah hingga kuliah pasti naik, belum lagi biaya kebutuhan rumah tangga. Paling ngga apa yang sudah dipersiapkan bisa memenuhi minimal total pendapatan rumah tangga tiap bulan. Mikir ini bikin kepala puyeng. Ngga bisa bayangin, seperti kisah meninggalnya saudara saya. Yang mana, sang istri hanya ibu rumah tangga mengurus ke 5 orang anaknya yang masih kecil. *Mewek

Makannya peran perlindungan berupa asuransi jiwa dibutuhkan sejak dini disamping asuransi kesehatan. Ibaratnya seperti sedia payung sebelum hujan. Sebab nilai santunan asuransi cukup besar, sudah jelas nominalnya di awal pertama kali ikut serta dan hanya bisa diambil saat pemegang polis meninggal dunia atau melewati jangka waktu tertentu.

Pengguna Asuransi di Indonesia

asuransi jiwa syariah Prudential
Puisi yang menyentuh dari Mas Akbar Halim

Melihat manfaat asuransi jiwa yang begitu besar, sayangnya belum dibarengi kesadaran masyarakat Indonesia untuk berasuransi. Dari data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan pada 2019, pengguna polis baru asuransi jiwa hanya mencapai 1,2% dari total produk asuransi jiwa di Indonesia. Jumlahnya masih kalah jauh dengan negara Asia lainnya seperti Korea Selatan (8,4%), Jepang (6,2) dan Tiongkok (2,8%).

Dari data AAJI kuartal tiga, tercatat ada 17,8 juta peserta suransi jiwa individu, namun hanya 1,3 juta orang yang punya polis asuransi jiwa syariah.

Survei inklusi kuangan OJK tahun 2016 menyatakan
96,7% orang mengaku memiliki tujuan keuangan
Hanya 1,5% orang Indonesia menyiapkan dana darurat bila terjadi resiko
Sebagian besar tujuan keuangan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mempertahankan hidup
Jangka waktu ketahanan keuangan bila terjadi hilangnya sumber pendapatan utama

Ingin mengenalkan asuransi jiwa syariah di Indonesia, Prudential Indonesia meluncurkan produk terbarunya asuransi jiwa syariah PRUCinta.

PRUCinta Asuransi Jiwa Syariah

Asuransi jiwa syariah PRUCinta
Dari kiri ke kanan : Ari Purnomo, Head of Sharia Bussiness Prudential Indonesia, Himawan Punama, Head of Product Development Prudential Indonesia

Produk asuransi jiwa syariah PRUCinta ini sudah di launching di Jakarta lebih dulu. Kemudian 11 Maret lalu, launching di Surabaya dengan banyak manfaat menarik.

✔ Masa berlaku asuransi jiwa hanya 20 tahun
✔ Nasabah hanya perlu membayar selama 10 tahun saja, berlaku bebas kontribusi untuk 10 tahun berikutnya.
✔ Bila nasabah membayar tahunan maka hanya membayar 11 bulan saja. Dapet potongan 1 bulan, jadi lebih hemat.
✔ Mendapat manfaat jatuh tempo. Bila nasabah masih hidup sampai akhir kepersertaan 20 tahun, maka akan mendapat manfaat jatuh tempo dalam bentuk Nilai Tunai.
✔ Masa kepesertaan bisa diperpanjang hingga 90 tahun di akhir masa kepesertaan tanpa ada pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan pada polis.
✔ Asuransi yang tak mengharuskan nasabah dikenai medical check up lagi.
✔ Asuransi jiwa syariah yang bisa dijadikan wakaf hidup dan wakaf wasiat.

Sebagai informasi tentang wakaf hidup dan wakaf wasiat.
Wakaf hidup yaitu
Dapat dilakukan saat manfaat jatuh tempo di akhir tahun ke 20 dibayarkan (berupa nilai tunai).


Wakaf wasiat
Dilakukan saat santunan asuransi dan atau Nilai Tunai dibayarkan.

Dengan berbagai manfaat yang akan nasabah dapatkan biaya kontribusi bulanan minimum yaitu Rp. 300.000 per bulan atau bila bayar tahunan nasabah hanya membayar Rp. 3.300.000 per tahun.

Biayanya cukup terjangkau ya, seperti menabung biasa namun manfaatnya luar biasa untuk diri sendiri dan keluarga. Nasabah sudah mendapatkan :

Manfaat Meninggal Dunia
Mendapat 100% santunan asuransi atas beban Dana Tabarru’ dan Nilai Tunai atas beban Dana Nilai Tunai setelah pengajuan klaim Manfaat Asuransi disetujui oleh Pengelola akan dibayarkan apabila terjadi risiko meninggal dunia atas nasabah sesuai dengan yang tercantum di dalam Polis dan Polis akan berakhir.

Manfaat Meninggal Dunia karena Kecelakaan
Mendapat total 300% dari Santunan Asuransi atas beban Dana Tabarru’ dan Nilai Tunai atas beban Dana Nilai Tunai akan dibayarkan jika nasabah meninggal dunia sebelum usia 70 tahun karena kecelakaan dengan mengikuti ketentuan yang tercantum di dalam Polis, dan Polis akan berakhir.

Manfaat Jatuh Tempo
Dalam hal nasabah masih hidup sampai akhir masa kepesertaan, maka akan dibayarkan manfaat jatuh tempo dalam bentuk Nilai Tunai atas beban Dana Nilai Tunai yang jumlahnya sebagaimana tercantum dalam Tabel Nilai Tunai pada Akhir Tahun Polis ke-20.

Manfaat Mudik atau Balik Lebaran
Mendapatkan total 400% dari Santunan Asuransi atas beban Dana Tabarru’ dan Nilai Tunai atas beban Dana Nilai Tunai akan dibayarkan bila nasabah meninggal dunia karena kecelakaan sebelum usia 70 tahun dalam periode 6 (enam) minggu sejak tanggal 1 (satu) Ramadan yang ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan mengikuti ketentuan di dalam Polis, dan Polis akan berakhir.

Spesial manfaat tambahan untuk nasabah PRUCinta

Akan ada tambahan manfaat 10% nilai tunai dari total kontribusi dan dibayarkan saat jatuh tempo, yaitu bila

✔ Nasabah melakukan pendaftaran asuransi jiwa PRUCinta melalui e submission
✔ Mematuhi e-policy
✔ Pembayarannya selalu menggunakan auto debet rekening tabungan atau kartu kredit dan selalu e-transaction statement
✔ Tidak pernah lapsed atau menunggak. Pembayaran harus lancar selama 10 tahun.


Nah, dengan berbagai manfaat yang akan didapatkan nasabah ” Asuransi Syariah PRUCinta . Gimana tertarik buat ikutan?

13 Replies to “PRUCinta : Bukti Cinta Nyata untuk Keluarga”

  1. Duh kebayang kalau.ditinggal mendadak ya..persiapan memang perlu dan wajib ya biar tidak terlalu kelimpungan..

  2. Makin banyak ya produk asuransi yang bisa benar – benar beli perlindungan untuk orang tersayang

Tinggalkan Balasan