8 Alasan kenapa masih menulis di blog sampai sekarang?

alasan menjadi blogger

8 Alasan kenapa masih menulis di blog sampai sekarang? – Kenapa saya masih memilih menjadi blogger sebagai kegiatan menyenangkan sampai sekarang? Kebetulan saudara pernah menanyakan hal ini juga. Saya jawab, blog itu universal dan mudah diakses siapa saja tanpa harus install aplikasi tertentu. Asalkan punya browser di gawai masing-masing, semua orang dari segala usia pasti bisa akses. Lagi pula akses blog itu ringan, ngga habisin banyak kuota seperti menonton YouTube dan TikTok. Meskipun blog bukan platform favorit orang Indonesia sekarang, lantaran sebagian besar orang Indonesia zaman now lebih suka nonton video di YouTube, TikTok atau bersosial media ketimbang baca tulisan di blog, saya yakin blog akan selalu ada pembacanya.

Orang Indonesia lebih lama menghabiskan waktu di WhatsApp dan YouTube. Sumber : blog.hootsuite(dot)com

8 Alasan kenapa masih menulis blog sampai sekarang?

Supaya mudah membacanya, saya akan jabarkan ke dalam 8 alasan saya masih menulis di blog sampai sekarang.

1. Blog itu kaya fitur

Tak cuma memuat tulisan aja, fitur blog yang kaya memungkinkan saya menyematkan berbagai fitur tambahan mulai gambar bergerak, foto, lagu, video, podcast, infografis dan lain sebagainya. Membuat kemampuan saya tak hanya sebatas menulis.

Fitur sematkan di blog membuat tulisan di blog makin kaya

Justru saya bisa belajar banyak hal yang nantinya bisa memperkaya tulisan di blog, sekaligus memperkenalkan platform saya lainnya.

Senangnya lagi, antar sesama blogger sering bertukar ilmu atas apa yang mereka kuasai. Membuat kemampuan saya terus bertambah dari waktu ke waktu.

Pada dasarnya saya suka belajar hal-hal baru yang ada sangkut pautnya dengan dunia kreatif dan konten kreator yang dinamis. 😍

2. Menumbuhkan kebiasaan gemar baca

Kegiatan rumah tangga sukses menyita waktu saya, sehingga sekarang saya sudah jarang baca buku. Kebanyakan yang saya baca sekarang buku ceritanya anak-anak. Wkwk

Dengan ngeblog, mau ngga mau saya harus membaca. Salah satu alasan saya masih suka membaca sampai sekarang, karena selain hobi, membaca bisa melatih otak saya agar tak cepat pikun waktu lansia. 🤩

via GIPHY

Sementara ini, saya lebih sering baca blognya teman-teman (blog walking) dan masih membaca beberapa buku saat ada waktu luang lebih. Saya sering dapat inspirasi dan wawasan baru saat membaca blog teman.

Begitu pula saat mengikuti lomba blog. Agar tulisan lebih kaya, otomatis saya harus mengumpulkan data dan riset dari berbagai sumber, sehingga membaca jadi sebuah kebutuhan.

3. Lebih mudah menyampaikan sesuatu pesan lewat tulisan

Waktu nonton film yang diadaptasi dari novel, pernah membandingkan keduanya?

Misalnya, sebelum menonton sudah punya bayangan akan seperti apa adegan di film nantinya. Setelah menonton merasa kecewa, ternyata ngga seperti yang ada dalam ekspektasi.

Tulisan, mampu mendeskripsikan secara detail sehingga membuat pembacanya mampu membayangkan dan berimaginasi atas cerita yang ada dalam cerita tersebut.

Sedangkan film, punya keterbatasan waktu sehingga hanya mengambil bagian penting dan menonjol dari cerita tersebut. Belum lagi ada bagian adegan yang kena sensor KPI.

Intinya memang ngga mudah menerjemahan tulisan ke dalam bentuk visual.

Belum tentu saya bisa menjelaskan tulisan di blog ke dalam bentuk video yang asyik untuk ditonton di YouTube, seperti Nessie Judge atau Jang Hansol.

Saya pun lebih suka nulis daripada ngomong sendiri durasi panjang x lebar di depan kamera 🤔

Menjelaskan segala sesuatu melalui tulisan di blog terasa lebih mudah dan praktis.
Tinggal ngetik di komputer atau gawai juga bisa, tanpa perlu kemampuan editing seperti edit video.

Maklum ibu-ibu waktunya sedikit, jadi pilih yang praktis saja. Makanya sampai sekarang belum bisa beralih dari blog. 💖

Oiya, saya juga lebih nyaman curhat di blog daripada curhat di sosial media.

Ya.. sesekali curhat di twitter, tapi ngga puas lantaran karakter dibatasi hanya 280 karakter. Sebetulnya bisa dalam bentuk threads, tapi hanya untuk curhat yang pendek-pendek saja.

4. Menyimpan memori untuk masa depan

Blog merupakan media yang saya pakai untuk menyimpan cerita perjalanan saya. Jika suatu saat ada teman yang bertanya dan butuh informasi menyangkut apa yang sudah saya tulis di blog, saya tinggal sodorin link blog, tanpa harus menjelaskan berulang kali, sekalian nambah PV blog. 😌

Bila suatu hari nanti saya ingin bernostalgia ke masa lalu, saya tinggal baca di blog tanpa mencari-cari di folder dalam memori penyimpanan.

5. Menambah penghasilan

Gimana bisa berhenti jadi blogger kalau semenyenangkan ini

Tak ada yang lebih nikmat ketika bisa mengejarkan hobi pakai dibayar pula. Itulah yang saya rasakan waktu dapet cuan dari blog mulai 2017 sampai sekarang. Meskipun pendapatannya tak rutin seperti pekerja kantoran, pendapatan dari blog dan sosial media saat ini udah cukup membantu memenuhi kebutuhan hidup bagi ibu rumah tangga seperti saya. Lumayan menghemat bujet beli kosmetik karena sudah dikirimi produk dari klien.

Dari blog, keran rezeki dari platform lainnya juga membuka. Bisa dibilang, blog yang menghubungkan saya dengan rezeki lainnya yang tak terduga. Bukankah itu namanya berkah ngeblog? Kalau saya berhenti ngeblog, berkah ngeblog saya bisa hilang dong. 🙁

6. Melatih kemampuan menulis

Terjun di dunia kepenulisan merupakan dunia baru bagi saya. Saya tak pernah ikut pelatihan menulis atau jurnalistik, karena dulu belum tertarik untuk menulis.

Sejak memutuskan ngeblog, otomatis saya harus belajar menulis agar pembaca ngga pusing tujuh keliling baca tulisan saya. Cara belajarnya otodidak, sebagian besar dengan cara ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Waktu mampir ke blog teman, otomatis saya juga belajar bagaimana cara menulis di blog yang enak untuk dibaca.

Dengan ngeblog, saya juga belajar memakai diksi yang tepat sesuai KBBI. Sampai sekarang masih berproses menulis sesuai KBBI dan masih terus berproses sepanjang masih menulis di blog.

Lama-kelamaan kemampuan menulis saya bertambah. Kemampuan menulis sangat terpakai untuk komunikasi digital dalam menuliskan rangkaian kata di sosial media. Siapa tahu nantinya saya bisa menulis buku sendiri. Aamiin.

7. Sebagai wadah untuk pelepas stres

Saya itu orangnya kurang suka curhat masalah pribadi ke orang lain. Karena saya faham, tiap orang itu pasti punya masalah masing-masing, sehingga saya ngga mau menambahi beban orang lain sama masalah saya.

Biasanya saya hanya curhat untuk permasalahan tertentu yang butuh masukan dari orang lain. Dan biasanya hanya curhat ke orang tertentu yang sekiranya bisa memberi solusi atas permasalahan saya.

Kalau ada unek-unek dipindahin ke blog XD

Adanya blog membuat saya lebih mudah menyalurkan unek-unek, tanpa harus cerita ke orang lain. Kapan saja blog siap menampung unek-unek saya, yang mana bagus untuk kesehatan mental saya. Saya juga bisa mendapat berbagai sudut pandang dari Teman KeluargaMulyana yang berkomentar.

Terlebih saat pandemi, dimana aktifitas dibatasi, ngeblog merupakan salah satu kegiatan yang tetap menyenangkan di rumah. 😍

8. Bermanfaat untuk orang lain

Waktu sekolah dulu sering ditanyai, apa cita-citamu? Cita-cita saya sering berganti-ganti mulai ingin jadi dokter, astronot, artis, ingin jadi orang sukses yang berguna untuk orang lain, terakhir ingin jadi notaris atau ASN sesuai bidang studi.

Nampaknya dari sekian banyak cita-cita, doa saya yang terkabul sekarang adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi Teman KeluargaMulyana, pembaca blog saya. Seirama dengan apa yang tertuang dalam Hadist yaitu

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni.

Hidup di dunia hanya sementara, buat apa saya hidup hanya berbuat baik untuk diri sendiri tanpa bermanfaat untuk orang lain.

Meskipun bisa menuliskan apa saja di blog, saya tetap memilih tema apa yang saya tulis. Saat ini saya menghindari kerja sama menulis tentang tema tertentu yang berhubungan dengan ajakan miras, pinjaman online, judi, radikalisme, isu sensitif lainnya.

Kalaupun suatu hari nanti saya mau menulis tema sensitif di atas, itu atas keinginan saya sendiri yang sifatnya edukasi bukan ajakan.

Lagi pula umur blog saya ini masih baru 4 tahun, masih jauh bila dibandingkan warga Warung Blogger lainnya. Sehingga harus lebih banyak menulis agar manfaatnya lebih terasa. 😍

Demikianlah 8 alasan kenapa saya masih suka ngeblog sampai sekarang. Banyak sukanya dibanding sedihnya, sehingga sayang mau melepaskan blog yang sudah membawa banyak berkah. 💗

Sekarang saya mau tahu alasan Teman KeluargaMulyana masih ngeblog sampai sekarang, tuliskan di komen yaa..

Semangat ngeblog terus Teman KeluargaMulyana

Tulisan ini diikutsertakan dalam #SayaMasihMenulis #WBMenulis untuk memperingati Hari Blogger Nasional 2021.

17 Replies to “8 Alasan kenapa masih menulis di blog sampai sekarang?”

  1. Selamat hari blogger nasional mbak, semoga tetap semangat berbagi kebaikan melalui blog ya. Memang betul, blog itu kaya fitur, maksudnya bisa ditempelin macem2. Ibaratnya, blog itu holding company, medsos itu anak cabangnya.

    1. iyap, namanya holding company itu asyiknya bisa menyesuaikan kondisi anak cabangnya. Mau anak cabangnya nambah macem-macem ya ayok aja kan, ngga mempengaruhi induk usahanya.

      Justru makin bisa belajar gimana karakteristik tiap anak cabang biar ngga kudet lah. Hihi

      Semangat ngeblog terus ya mas Prima

  2. Beberapa alasan di atas, kita sama kok mba. Cth nya yg aku lebih bisa mendeskripsikan sesuatu lewat tulisan drpd bicara 😄. Pernah dong yaaa, pas masih pacaran, aku Ama pak su berantem. Tapi pada dasarnya aku ga terlalu pinter ngomong, jadi aku jelasin ke dia apa yg bikin aku marah, yg bikin aku ga suka, itu lewat SMS 🤣🤣. Krn pada dasarnya aku memang LBH bisa menulis drpd bicara.

    Tapi tetep aja, alasan utama aku ngeblog, supaya ga lupa Ama semua pengalaman traveling dan kulinerku. Aku pelupa soalnya, banget. Jadi supaya ga lupa Ama semua cerita2 dan detil perjalanan, ya semua aku tulis. So, mau semua pembaca berpindah ke YouTube atau TikTok sekalipun, aku ga masalah. Krn toh blog ini aku buat untuk keperluan sendiri 😊. Kalo memang bisa berguna buat org lain, ya anggap aja itu Bonus :).

    1. Tipikal suami aku banget, lebih suka ngetik panjang lebar daripada ngomong.

      Soalnya kalau ngetik itu lebih terkontrol emosinya, ngga sembarangan keluar dari mulut.
      Berhubung sekarang masih ribet sama urusan di rumah, ngeblog emang paling praktis daripada rekam video. Editing videonya sih cepet aja, persiapan ngambil gambarnya itu loh, rempong. Wkwk

      Kalau dengerin orang ngomong kelamaan itu suka capek sendiri, sering skip sampai ke inti permasalahannya biar cepet ketemu poinnya. Jadi kalau buat video ngga suka ngomong panjang lebar. Lebih ke obyek dan berganti-ganti, biar penonton ngga bosen liat obyek yang sama kelamaan. Hihi

      Semangat ngeblog terus ya mba Fanny 😀

  3. Alasannya kurang lebih sama, mba 😍

    Kalau saya dari awal buat blog memang tujuannya untuk simpan kenangan, sekaligus kasih kabar ke orang-orang terdekat yang penasaran saya lagi di mana, lagi apa, bagaimana keadaan saya, endeblabla. Secara saya merantau dan hidup jauh dari teman maupun keluarga 😂

    Terus karena dulu blog saya isinya mostly liburan, itu jadi bacaan yang menarik untuk sohibul dan keluarga saya, kemudian mereka hobi request, saya tambah rajin blogging, eh ketemu teman-teman baru dan ended up keterusan sampai sekarang bisa kenal mba Syarifani juga 🥳 Semoga apapun itu alasan kita, tetap membuat kita semangat doing blog yah 😆

    1. iya aku pernah baca di blogpostnya mba Eno, bahkan dulunya dibikin 2 bahasa supaya memudahkan keluarga Korea baca yaa..
      Aku suka waktu ke postingannya mba Eno itu bikin fun dan ringan. Nyenengin deh! Makanya sering mampir kesana 😀

  4. saya juga masih menulis blog sampe sekarang karena gampang lupa , jadi blog salah satu nulisin biar ngga lupa. sekalian supaya bisa diinget ama orang lain

    1. semacem diary digital yang bisa dibaca siapa aja ya mas?

      Kalau saya sekalian ngurangin memori penyimpanan. 😀

  5. Pertama nulis blog karena kesepian dan pengen punya penghasilan selanjutnya ingin berbagi juga. Ingin lepas stress juga

  6. Ngeblog itu bisa banget ngilangin stress. Aku pun lebih nyaman kalau mengungkapkan lewat tulisan daripada video dan lainnya. Mari dinikmati, rezeki insyaallah mengikuti

  7. Iya yaaa lebih banyak sukanya ketimbang dukanya alhamdulillah yaa 😀
    Betul sekali kalau sering menulis tu biasanya kyk sepaket gitu dengan membuat/ mempush kita membaca, soalnya buat nambah wawasan dan juga nambah2 kosakata kita yaaa
    Semoga kita semua konsisten ngeblog, bisa nambah teman dan juga pendapatan aamiin

  8. Bagaimana biss meninggalkan blogging kalau nyatanya semenyenangkan ini? Hihi.. sama, dong… Karena aku cinta dunia menulis khususnya blogging ini, maka aku masih ngeblog sampai sekarang.
    Salah satu kebahagiaan juga karena punya banyak teman bloger yang baik hati kayak mb Fani… *halahcarimuka 😂

  9. Bagian melepas stres ini ternyata beneran bikin lega yaa..
    Padahal sepertinya menuliskan sesuatu yang kita pikirkan aja (free writing). Alhamdulillah, semakin kenal dunia blogger, semakin banyak sahabat yang mau kasih feedback positif dan sesekali negatif juga siih… Tapi demi menulis lebih baik, mencoba untuk reframing setiap feedback yang hadir.

  10. Bener banget gimana mau brenti kalau jd blogger semenyenangkan itu. Meski naik turun, rasanya pengen terus menulis aja ya mbak

Tinggalkan Balasan